Puluhan Mantan Kombatan Ikuti Upacara Bendera di Lamongan

Kamis, 17 Agustus 2017 – 23:52 WIB
mantan kombatan ikut upacara bendera. Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, LAMONGAN - Sekitar 200 orang memenuhi halaman Masjid Baitul Muttaqien di Desa Tenggalun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur untuk melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan ke-72 RI, Kamis (17/8).

Ratusan orang tidak hanya berasal dari masyarakat sekitar.

BACA JUGA: Jadi Pengibar Bendera, Umar Patek Hanya Berlatih Seminggu

Sebanyak 30 orang di antaranya merupakan mantan kombatan dan narapidana terorisme.

Tak hanya itu, petugas upacara bendera kebanyakan terdiri dari pelaku maupun keluarga pelaku bom Bali 1.

BACA JUGA: Puisi Indah Dari Bupati Cantik Untuk Indonesia

Pengibar bendera terdiri dari Zulia Mahendra yang merupakan anak mantan teroris Amrozi, Saiful Arif, mantan teroris kasus Poso, dan Khoerul Mustain, anak sulung terpidana bom Bali 1, Nor Minda.

Saiful sebagai pembawa bendera tetap semangat melangkah demi mengibarkan bendera Merah Putih meski dengan langkah tertatih karena bekas luka tembak di kaki.

BACA JUGA: Defisit Anggaran, Banyak Program Pemko Batam Dibatalkan

Hal ini menjadi bukti sang mantan teroris yang sudah benar-benar kembali mencintai NKRI.

Tidak hanya pengibar bendera, hampir semua petugas upacara juga merupakan mantan teroris.

Misalnya, perwira upacara, yaitu Yusuf Anis yang merupakan lulusan Akademi Militer Mujahidin Afghanistan.

Komandan upacara adalah Yoyok Edi Sucahyo yang pernah terlibat sebagai anggota Moro Islamic Liberation Front (MILF).

Upacara berlangsung tepat pukul 09.50 WIB secara khidmat di halaman Masjid Baitul Muttaqien yang baru diresmikan 21 Juli lalu oleh kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius.

Petugas upacara sebelumnya sudah mempersiapkan diri melalui latihan rutin selama dua minggu. Mereka dilatih langsung oleh petugas dari Polres Lamongan.

 “Ini wujud untuk menyatakan pada masyarakat bahwa mereka sudah NKRI, sudah cinta tanah air. Luar biasa, sangat saya apresiasi,” ujar Kapolres Lamongan AKBP Juda Nusa Putra

Ali Fauzi Manzi, mantan teroris yang kini sudah menjadi pengurus masjid dan ketua Yayasan Lingkar Perdamaian turut berpartisipasi dengan membacakan naskah proklamasi.

“Ini adalah implementasi dari ikrar saya dan kawan-kawan beberapa bulan lalu saat peresmian Lingkar Perdamaian. Saya tidak mau mendengar masyarakat bicara ikrar saya hanya di mulut, maka ini buktinya” ungkap adik dari Amrozi ini.

Sementara itu, Zulia Mahendra merasa haru dengan adanya kegiatan tersebut.

“Awalnya terharu ya, pas bendera ada di tengah, badan rasanya kesemutan, tapi yang penting yakin dan bisa,” ungkap Hendra.

Ke depan, dia ingin merangkul kelompok-kelompok radikal agar bisa kembali ke jalan yang benar.

“Jangan lagi kita membuat keonaran. Cukup kita saling merangkul satu sama lain. Ke depannya kami mencoba konsultasi sama temen-temen yang belum  sejalan sama kami, kami coba rangkul. Kita sama-sama berusaha,” ucap Hendra.

Upacara ditutup dengan pembacaan doa yang membawa pesan perdamaian oleh Ustaz Chozin yang juga merupakan kakak tertua dari Ali Fauzi. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tamu Hotel Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamar Mandi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler