Puluhan Ton Ikan Nila Mati Mendadak

Kamis, 30 Januari 2020 – 22:31 WIB
Ribuan ekor ikan mengapung di keramba jaring apung di Danau Manunjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Kamis (30/1). Foto: Antara/Yusrizal

jpnn.com, LUBUK BASUNG - Diduga akibat curah hujan yang tinggi sejak Selasa (28/1) malam, menjadi penyebab 10 ton ikan nila mati di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto mengatakan, 10 ton ikan itu berasal dari 15 keramba jaring apung yang berada di Galapuang, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjungraya.

BACA JUGA: Sungai Tercemar Kotoran Sapi, Ratusan Ikan Mati

"15 keramba jaring apung itu milik lima orang petani di Galapuang," katanya di Lubuk Basung, Kamis (30/1).

Pada Rabu (29/1) pagi, lanjut dia, ikan-ikan itu mulai mengalami pusing dan mengapung ke permukaan danau akibat kekurangan oksigen di perairan danau vulkanik itu.

BACA JUGA: Akibat Semburan Belerang dari Danau, Ribuan Ikan Mati

Beberapa jam setelah itu ikan sudah mati dengan jumlah sekitar 10 ton. "Petani diimbau untuk mengumpulkan bangkai ikan dan dikuburkan agar air danau tidak tercemar," katanya.

Akibat kejadian ini, petani mengalami kerugian sekitar Rp260 juta, karena harga ikan Rp26 ribu per kilogram.

Agar tidak mengalami kerugian cukup banyak, Ermanto mengimbau petani keramba jaring apung untuk segera memanen ikan.

Selain itu, mengurangi pemberian pakan, memberikan pakan terapung, menghentikan penebaran bibit ikan dan lainnya.

"Kami setiap tahun menyampaikan imbauan agar tidak menebar ikan dari Agustus sampai Februari karena curah hujan cukup tinggi pada bulan itu," katanya. (antara/jpnn)

VIDEO: Bupati Sidoarjo Bungkam!


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler