Puncak Arus Mudik di Stasiun dan Terminal Kota Ini Sudah Lewat

Senin, 04 Juli 2016 – 09:22 WIB
Ilustrasi. FOTO: JAWA POS GROUP

jpnn.com - SURABAYA - Ribuan pemudik memadati stasiun dan terminal di Surabaya Minggu (3/7). Senin (4/5) diperkirakan masih ada pemudik yang menggunakan transportasi umum. Tapi diprediksi, jumlahnya tak lebih banyak dan tak sepadat puncak arus mudik yang terjadi Minggu.

Di Terminal Purabaya, lonjakan penumpang kemarin justru terjadi sebelum subuh. Mereka memilih waktu mudik setelah sahur.

BACA JUGA: Hati-hati Jalur Alternatif ini Rusak Berat

Jurusan paling padat adalah Surabaya-Banyuwangi, Surabaya-Jember, dan Surabaya-Ponorogo. Sempat terjadi kekurangan armada. Namun, tumpukan penumpang akhirnya bisa diangkut menjelang siang.

Berdasar data yang tercatat di pengelola terminal, lebih dari 24 ribu calon penumpang memadati Terminal Purabaya saat pagi. Jumlah itu bertambah hingga tengah hari. Diperkirakan total penumpang kemarin mencapai 42 ribu orang.

BACA JUGA: Surat Edaran PP Muhammadiyah tentang 1 Syawal Sudah Disebar

Plt Kepala UPT Terminal Purabaya Soesandi Ismawan mengklaim bahwa layanan arus mudik masih kondusif. Armada bus yang tersedia di Terminal Purabaya juga masih cukup. Mayoritas penumpang kemarin menuju arah Ponorogo, Tulungagung, Trenggalek, serta Banyuwangi. ''Pemudik tujuan luar Jatim tidak terlalau ramai. Hanya tujuan Semarang yang cukup padat,'' tuturnya.

Ada sembilan bus cadangan yang disiagakan di Terminal Purabaya. Bus tersebut difungsikan jika penumpang mencapai 78 ribu orang. Bus akan melayani trayek yang kosong. Namun, hingga kemarin bus tersebut belum beroperasi.

BACA JUGA: Ini Wujud Kepeduliaan Pemimpin

Soesandi mengimbau pemudik agar berhati-hati. Sebab, ada laporan bahwa banyak calo di sekitar Terminal Purabaya. UPT Terminal Purabaya sudah berusaha mengantisipasinya dengan mewajibkan kru armada menggunakan seragam. Meski begitu, masih ada penumpang yang tertipu oknum calo. ''Mereka tidak menggunakan seragam, karena itu susah melacaknya,'' katanya.

Pemudik juga diimbau untuk tidak segan mencari informasi kepada petugas dinas perhubungan kota di lapangan. Sebab, informasi dari petugas lebih valid. ''Jangan asal minta bantuan orang yang tidak dikenal. Kelengahan calon penumpang bisa dimanfaatkan oknum penjahat,'' jelasnya.

Sementara itu, jumlah penumpang di stasiun PT KA (Persero) Daop 8 juga meningkat. Kemarin total penumpang yang datang di Stasiun Gubeng dan Pasar Turi mencapai 33 ribu orang. Jumlah tersebut didominasi penumpang dari luar Jawa Timur. ''Mereka baru datang hari ini,'' papar Humas PT KA (persero) Daop 8 Surabaya Suprapto.

Dia memerinci, jumlah penumpang pada H-5 mencapai 29 ribu orang. Lalu, H-4 meningkat menjadi 31 ribu orang. Hari selanjutnya bertambah lagi menjadi 33 ribu orang. Hari ini pemudik diperkirakan masih ramai. Namun, jumlahnya tidak sebanyak kemarin.

Di sisi lain, penumpang yang naik dari stasiun Pasar Turi maupun Gubeng tidak terlalu banyak. Mereka adalah penumpang jurusan Banyuwangi, Kertosono, dan Blitar. Jumlah penumpang ke luar Jawa Timur masih normal.

Di Bandara Internasional Juanda, peningkatan jumlah penumpang tidak terlalu signifikan. ''Memang banyak penumpang. Tapi, lonjakannya tidak signifikan,'' tutur Humas PT Angkasa Pura (AP) I Juanda Liza Anindya.

Pada H-4 jumlah penumpang di terminal domestik mencapai lebih dari 58 ribu orang. Pada hari sebelumnya hanya 51 ribu orang. Untuk terminal internasional, jumlah penumpang masih normal, yakni sekitar 5 ribu orang.

Liza menjelaskan, jumlah penumpang pada H-3 juga meningkat. Rekapitulasi jumlah penumpang baru diketahui tadi subuh. Tetapi, jumlahnya diperkirakan mencapai 58 ribu orang. (riq/c15/fat)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rasain, Sopir Nakal Disuruh Push Up


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler