Puncak Kemarau sampai Akhir Oktober

Rabu, 24 September 2014 – 23:40 WIB

jpnn.com - SURABAYA - September adalah puncak musim kemarau. Karena itu, tidak heran jika suhu udara belakangan terasa lebih panas dibandingkan dengan sebelumnya. Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Taufik Hermawan menuturkan, tahun ini puncak musim kemarau diprediksi lebih panjang dibandingkan dengan tahun lalu. ''Puncak kemarau mulai September hingga akhir Oktober. Jadi, warga diharap bersabar,'' ungkapnya.

Suhu, kata Taufik, bisa mencapai 34 derajat Celsius. Dia pun mengimbau masyarakat agar bisa mengurangi aktivitas di luar ruangan. ''Jaga kondisi tubuh agar tetap fit. Banyak minum air agar terhindar dari dehidrasi,'' paparnya.

Selain berdampak pada masyarakat, udara panas dan gerah itu berimbas pada pepohonan di beberapa taman kota. Salah satunya di kawasan Kenjeran. Beberapa tumbuhan berkayu sudah tidak berdaun. Hanya terlihat ranting yang menjulur.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya Chalid Bukhari menyatakan, pihaknya sudah mengimbau seluruh petugas untuk terus berkeliling sembari mengecek dan menyiram tumbuhan yang dirasa mulai mengering.

''Kami melakukan penyiraman secara rutin. Jika saat keliling ada tumbuhan yang mulai kering, akan langsung kami rawat,'' tuturnya. ''Kami akan lebih intensif lagi untuk perawatan tumbuhan di Surabaya.Kan dengan tanaman juga dapat dimanfaatkan untuk berteduh,'' jelasnya. Dengan begitu, warga bisa lebih peduli dan ikut merawat tumbuhan di Surabaya. (ind/mas/tia)

BACA JUGA: Bali Sabet World Best Destination

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polda Kaltim Bidik Mafia BBM Bersubsidi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler