Punya Harta Rp 204 Miliar, Wali Kota Makassar Jelaskan Asal-usulnya, Jangan Kaget

Jumat, 10 Maret 2023 – 21:20 WIB
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. ANTARA/Darwin Fatir

jpnn.com, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto memiliki harta mencapai Rp 204 miliar lebih.

Ramdhan menjelaskan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya pada 25 Mei 2021.

BACA JUGA: Wali Kota Makassar Buru-Buru Minta Maaf kepada Polri, Ternyata Ini Penyebabnya

"Itu karena adanya penyesuaian NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). Jadi, ada penyesuaian nilai. Contoh aset rumah nilainya Rp 4 juta per meter, sebenarnya bukan harga sebenarnya tetapi bisa lebih Rp 20 juta per meternya untuk saat ini," kata pria akrab disapa Danny Pomanto di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

Dia mengatakan dari nilai tersebut dapat dipertanggungjawabkan dengan dokumen.

BACA JUGA: Wali Kota Makassar Bersaksi di Sidang Korupsi, Mengaku Bersahabat dengan Koruptor

Selain itu, beberapa aset lahan di wilayah strategis seperti di kawasan Tanjung Bunga tentu harga berubah sering perkembangan pembangunan.

"Misalnya tahun 2009 membeli 367 meter persegi lahan dengan harga Rp 385 juta. Sekarang nilai NJOP-nya sudah Rp 1,2 miliar lebih. Makanya dengan NJOP itu nilai harta meningkat. Bahkan lebih dari itu, jika dihitung bisa lebih jauh," ucap wali kota dua periode itu.

BACA JUGA: Pacar Mario Dandy Merokok Sambil Menyaksikan David Dianiaya

Danny pun menuturkan sering berinvestasi dengan membeli aset tanah dari penghasilannya sebagai pengusaha dahulu.

Begitupun saat menjabat wali kota diperoleh dari penerimaannya seperti, gaji, honorarium, insentif, dan operasional.

Dia mengaku telah menjual aset miliknya di kawasan Tanjung Bunga untuk membeli tanah luas di kawasan Tokka, Kabupaten Maros.

Setelah beberapa tahun, nilai tanah tersebut naik dua kali lipat, sehingga di situ terjadi penambahan nilai dari penjualan maupun pembelian lahan.

Dia siap melaporkan semua jumlah kekayaan dan tidak ada yang disembunyikan dan semua nilai kekayaan yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan dari mana sumbernya.

"Justru yang harus disorot itu orang yang tidak melaporkan kekayaannya dan menyembunyikan, serta tidak bisa mempertanggungjawabkan sumber kekayaannya dari mana diperolehnya," ujar Danny.

Saat ini, lanjutnya, untuk LHKPN pada 2022 sudah dikirim serta dilaporkan ke dalam Website e-LKHPN KPK dan masih dalam proses verifikasi.

Sebelumnya dari LHKPN di tahun 2019 harta kekayaan Danny Pomanto meningkat Rp 197 miliar pada akhir masa jabatan periode pertama.

Peningkatan itu, menurutnya, dipicu penyesuaian terhadap NJOP.

Kekayaan Danny Pomanto didominasi aset tanah dan bangunan, sisanya harta dengan kategori alat transportasi dan mesin, lalu diikuti aset bergerak, surat berharga, kas dan setara kas serta harta lainnya. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anak Anggota DPRD Tegal Tewas Mengenaskan, Polisi Temukan Gergaji Pemotong Es


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler