Punya Istri Cantik dan Tajir, Pak Guru PNS Malah Menderita Lahir Batin

Kamis, 26 Maret 2020 – 23:58 WIB
Ilustrasi: Fajar Krisna/Radar Surabaya

jpnn.com - Punya istri cantik dan kaya lazimnya membuat suami happy. Namun, hal itu tak terjadi pada Donwori -bukan nama sebenarnya- yang memiliki istri cantik dari keluarga tajir.

Donwori justru mengalami siksaan batin gara-gara istrinya -sebut saja namanya Karin- punya standar hidup tinggi. Singkatnya, Karin tak mau diajak hidup susah.

BACA JUGA: Cerita tentang Istri Batal Minta Cerai Gara-gara Suami Jadi Jago Indehoi

Salah satu kerabat Donwowi -panggil saja Mira- mengungkapkan, saudara sepupunya menjadi sasaran ketika Karin emosi. Sebagai suami, Donwori seolah tak dihargai.

"Kasihan tok isine (cuma kasihan adanya, red). Sejak pacaran sampek menikah tahunan, anaknya sudah SD, sepupu saya ini jadi korban emosional bojone," ujar Mira di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, belum lama ini.

BACA JUGA: Pakai Alasan Dinas Luar Kota demi Janda Semok

Mira memang mendapat mandat dari Donwori untuk mengurus perceraiannya dari Karin. Menurut Mira, selama ini Donwori dikenal sebagai pria kalem yang tak pernah aneh-aneh.

"Areke iku jan meneng, gak aneh-aneh (Orangnya itu pendiam, tak aneh-aneh, red),” kata Mira.

BACA JUGA: Belasan Tahun Jadi Istri Siri Kakak Ipar, Terbongkar Gegara Bersaing dengan Pembantu

Lebih lanjut Mira menuturkan, dahulu dirinya sering diberi uang saku oleh Donwori. Namun, Mira tak pernah lagi mendapat jatah uang saku sejak Donwori mengenal Karin.

Ternyata uang Donwori habis untuk menuruti kemauan Karin. Ada saja permintaan Karin, mulai make up, baju, hingga perawatan tubuh dan wajah.

Penderitaan itu bertambah ketika Donwori menikahi Karin. Saat pernikahan, Karin menuntut resepsi yang mewah.

Pernikahan pun digelar di gedung dan menggunakan jasa katering. Untuk seserahan sebagai tanda ikatan pernikahan, Karin pula yang memilihnya.

Pilihan Karin pada barang-barang mahal. Itu pun Donwori pula yang membelinya.

"Katanya malu dengan kolega ayahe kalau menikah ala kadarnya,” ungkap Mira.

Donwori pun terpaksa mengutang sana sini. Namun, itu belum seberapa karena penderitaannya bertambah ketika mulai membina rumah tangga.

Karin memang wantia karier. Walakin, gajinya untuk keperluannya sendiri saja, termasuk buat bersenang-senang ala sosialita.

Sementara gaji Donwori untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ya bayar listrik, membeli sembako, juga membayar sekolah anak.

Selain itu, Donwori juga harus tetap membayar biaya perawatan tubuh dan wajah Karin. Tentu saja Donwori harus banting tulang demi menuruti semua kemauan Karin.

Donwori adalah guru berstatus PNS. Gajinya pas-pasan untuk menghidupi keluarganya.

Namun, tuntutan dari Karin membuat Donwori harus bekerja lebih keras dengan mengajar sebagai guru privat. Hasilnya untuk tambahan biaya bagi Karin bersenang-senang.

Bagaimana soal urusan beres-beres rumah? Donwori pula yang melakukannya.

Untuk menyapu saja Karin tak mau. Dia berprinsip sebagai wanita harus dimanja.

Untuk antar jemput anak sekolah pun Karin ogah. Terpaksa Donwori juga yang mengalah.

Karin paling menunjukkan perannya dengan marah-marah ketika nilai anaknya jelek. Karin juga sering uring-uringan ketika pulang kerja melihat anaknya berlumur kotoran. Pokoknya marah-marah terus.

Sampai pada akhirnya sang anak tifus. Bukannya sadar, Kasin malah sibuk dengan diri sendiri sembari menyalahkan Donwori.

Dari mulut Karin pula keluar pengakuan tentang penyesalannya menjadi istri Donwori. Karin menyesal menikah dengan Donwori yang bukan orang kaya.

Kata-kata Karin membuat keluarga Donwori berang. Meski Donwori diam saja, tetapi keluarganya tak bisa menerima sumpah serapah dari mulut Karin.

"Kalau gak didesak saudara-saudaranya, gak ngiro berontak disuruh cerai. Kayake wes gak kuat iki (Sepertinya sudah tak kuat, red), akhire menjatuhkan talak," lanjutnya.

Namun, Karin tak terima ketika Donwori mengucap talak. Dia malah mengajukan tuntutan ganti rugi sampai ratusan juta dengan alasan bahwa Donwori selama ini tak bertanggung jawab sebagai suami.

"Ancen rodok sempel, bojo kerjo awan bengi ngurus anak ngurus omah. Kunu gari meni pedi, sik dipaido (Memang tak agak gila, suami bekerja siang malam mengurus anak mengurus rumah. Yang sana tinggal manikur pedikur, masih mencela, red)," pungkas Mira.(Radar Surabaya)

Tag
Donwori   Karin   perceraian  

Terpopuler