Pupuk Kaltim Raih Proper Nasional Peringkat Emas Ke-5 dari KLHK

Rabu, 29 Desember 2021 – 17:46 WIB
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih penghargaan Proper Nasional Peringkat Emas ke-5 kalinya, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Foto dok PKT

jpnn.com, KALTIM - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) kembali meraih penghargaan Proper Nasional Peringkat Emas ke-5 kalinya, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi, dari Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, yang didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, pada Selasa (28/12).

BACA JUGA: Ini Alasan Sunan Kalijaga Mundur dari Kuasa Hukum Ayah Vanessa Angel, Oh Ternyata

Diungkapkan Rahmad, penghargaan ini merupakan wujud komitmen PKT yang secara konsisten mengimplementasikan tata kelola lingkungan, yang diselaraskan dengan pemberdayaan masyarakat dalam aktivitas industri secara berkelanjutan.

Hal itu menjadi salah satu fokus utama PKT, yang disikapi melalui berbagai kebijakan dan program strategis, yang diiringi dengan beragam peningkatan serta perbaikan setiap tahunnya.

BACA JUGA: Pupuk Kaltim Raih 2 Penghargaan Human Capital & Performance Award 2021

Pada 2021, PKT menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang mempublikasikan sertifikat produk ramah lingkungan atau Environmental Product Declaration (EPD) dari EPD Southeast Asia.

“Deretan prestasi ini membuktikan PKT terus maju dengan mengedepankan lingkungan sebagai ujung tombak keberlanjutan industri,” kata Rahmad.

BACA JUGA: Lebih Cepat Setahun dari Target, PT PP Rampungkan Pembangunan Bendungan Pidekso

PKT terus meningkatkan performa kinerja lingkungan yang selama ini berjalan, di antaranya efisiensi energi dan air, penurunan emisi, program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) limbah B3 dan limbah non-B3, hingga perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem perairan.

Tercatat, hingga 2021 PKT telah menurunkan 4.822 terumbu buatan, melalui pemberdayaan kelompok nelayan di Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, sebagai kawasan terdekat perusahaan.

Puluhan nelayan binaan juga dibekali berbagai kemampuan mulai dari transplantasi terumbu hingga sertifikasi menyelam, agar monitoring dan perawatan terumbu berjalan optimal.

Kini terdapat 38 genus karang di seluruh area rehabilitasi PKT, dengan pertumbuhan soft coral maupun hard coral relatif normal.

Sementara pengembangan budidaya mangrove, dilaksanakan PKT melalui program Diversifikasi Mangrove dan Budidaya Kepiting (Server Mang Budi) di kawasan Telok Bangko Kelurahan Loktuan, yang tahun ini mencapai 183.167 bibit.

Kawasan ini merupakan pengembangan area konservasi di perairan Kedindingan Kota Bontang, yang sebelumnya telah ditanami 152 ribu bibit pada kurun 2009-2015.

Dari dua area konservasi tersebut, PKT telah menanam sebanyak 335.167 bibit mangrove, dengan target minimal 25 ribu bibit per tahun.

“Upaya tersebut sebagai wujud perlindungan dan pelestarian sumber daya alam yang dilaksanakan PKT secara kontinyu, mengingat pelestarian lingkungan menjadi tabungan kekayaan alam yang tidak ternilai harganya bagi generasi penerus,” terang Rahmad.

PKT juga fokus terhadap peningkatan taraf hidup dan kemandirian masyarakat pada berbagai program, dengan mengangkat nilai budaya kearifan lokal yang diolah sebagai ciri khas dari keterpaduan sistem perekonomian kemasyarakatan berbasis people, profit dan planet, yang sejalan dengan misi perusahaan.

“Seluruh kriteria ini diharap menjadi indikator bagi perusahaan untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan lingkungan secara berkelanjutan, yang tidak hanya berfokus pada pencapaian profit saja, namun juga memperhatikan lingkungan sekitar, baik fisik, non-fisik hingga sosial,” papar Ma'ruf.(chi/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler