Pusat Kebudayaan Bali Rampung pada 2025, Trisakti Bung Karno Digelorakan

Selasa, 28 Februari 2023 – 14:57 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengunjungi Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang terletak di Gunaksa, Kabupaten Klungkung, Selasa (28/2). Foto: DPP PDIP

jpnn.com, BALI - Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang terletak di Gunaksa, Kabupaten Klungkung, direncanakan rampung pada 2023.

Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengunjungi lokasi tersebut.

BACA JUGA: Bali Titik Temu Peradaban Dunia, Dibanjiri Modernitas pun Tetap Kokoh pada Kultur

Hasto meninjau Kawasan Pusat Kebudayaan Bali selepas menyampaikan orasi ilmiah di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI), Denpasar, Selasa (28/2).

Di ISI Denpasar, tampil dalam kapasitas Doktor Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan RI.

BACA JUGA: Pimpinan DMI Jawa-Bali Usulkan Muktamar Digelar Juli 2023

Di lokasi, Koster memberi penjelasan mengenai zona inti pusat kebudayaan dan area pendukung. Hasto banyak bertanya kepada Koster mengenai pembangunan pada lahan sekitar 334 hektare tersebut.

Koster menjelaskan saat ini sedang proses pembebasan dan pematangan lahan. Rencananya pertengahan 2023 mulai pembangunan fisik.

BACA JUGA: Perekonomian di Bali Mulai Pulih, Sandiaga Uno Targetkan Pelaku UMKM Go Global

Koster memaparkan dalam konsep pada zona intinya dibangun wahana seni budaya yang terdiri atas 15 pentas kebudayaan, untuk tradisi dan modern. Serta 12 museum yang berkarakter tradisi Bali.

"Pembangunan fisiknya direncanakan pertengahan 2023 dan target selesai Desember 2025 dan 2025 pesta kesenian Bali dapat dilakukan di panggung terbuka pada Pusat Kebudayaan Bali 2025," papar Koster.

Dia menyebutkan fasilitas seni akan menjadi ruang panggung dan sekaligus apresiasi pentas berkelas dunia.

Atas penjelasan Koster tersebut, Hasto memberikan apresiasinya terutama komitmen Pemprov Bali terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali.

"Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang dilakukan Pak Koster ini menjalankan dan mewujudkan ajaran Trisakti Bung Karno, berkepribadian dalam kebudayaan," kata Hasto.

DPP PDI Perjuangan memberi dukungan atas langkah terobosan membangun pusat kebudayaan Bali itu.

Pria asal Yogyakarta ini pun mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bali satu-satunya provinsi yang menetapkan Bulan Bung Karno melalui Perda.

"Penetapan bulan bahasa Bali selama Februari merupakan hal baik untuk mengangkat tradisi kebudayaan yang berawal dari bahasa," sebutnya.

Dengan sistem kebudayaan saja, lanjut Hasto, Bali mempunyai daya hidup hingga mengundang jutaan pendatang singgah setiap tahunnya.

Namun, menurut dia, yang mengagumkan ialah Bali tetaplah Bali. "Kultur tidak hanya menjadi benteng, namun pesona yang menarik dunia," kata Hasto. (Tan/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Orasi di Universitas Hindu Negeri Bali, Bamsoet Ajak Perkuat Toleransi Beragama


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler