Pusat Tutup Kran Impor Komoditas Impor, Daerah Pesisir Ini Kesulitan Cari Beras

Kamis, 26 Maret 2015 – 22:17 WIB
Pusat Tutup Kran Impor Komoditas Impor, Daerah Pesisir Ini Kesulitan Cari Beras

jpnn.com - LINGGA - Kebijakan pusat yang menutup kran impor berdampak buruk bagi masyarakat pesisir, kabupaten Lingga, Kepri. Pasalnya barang komoditas ini sekarang sulit ditemukan oleh warga setempat. Bahkan komoditas gula pasir pun susah didapatkan terutama di wilayah Pancur, kecamatan Lingga Utara, Kamis (26/3).

Sui Hiok, anggota komisi III, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Lingga membenarkan hal ini. Adanya aturan tersebut, dikatakan Sui Hiok berdampak signifikan. Sejak sepekan terakhir, pengusahan di Pancur terang Sui Hiok, sudah stop memasok barang-barang dari Batam dan Tanjung Pinang.

BACA JUGA: Kualat Lu... Bobol Brangkas Pengadilan Agama, Ini Akibatnya

"Tapi malah sekarang di Pancur kita alami kelangkaan gula dan beras. Warga tidak bisa lagi membeli perkarung. Di toko hanya jual perkilo, karena stoknya menipis," ungkap Sui Hiok.

Menurut hemat Sui Hiok, terkait kebijakan tersebut, perlu ada solusi jelas bagi seluruh pengusaha yang memasok kebutuhan pokok di kabupaten Lingga. Jika hal ini lamban di tanggapi, kelangkaan bahan pokok akan menjadi masalah serius di kabupaten Lingga.

BACA JUGA: Dua Anggota TNI yang Dibacok karena Senggolan saat Joget, Ini Pelakunya..

"Kebijakan pusat, harus juga dicarikan solusi daerah. Terutama kemudahana bagi pengusaha," terang Sui Hiok.

Selama ini, khusus di kabupaten Lingga, terang Sui Hiok, peran pengusaha sangat-sangat dibutuhkan. Sebab, segala kebutuhan pokok masyarakat di Lingga, didatangkan oleh para pengusaha. Sementara itu, bahan pokok dari pemerintah sendiri, seperti halnya beras bulog, menjelang April 2015, belum juga tiba di Lingga.

BACA JUGA: Beri Izin Gunakan Pukat Harimau, Kadis Ini Didemo Ratusan Nelayan

"Raskin saja belum sampai ke Lingga sampai saat ini. Padahal sudah menjelang April. Bagaimana kita menghadapi kelangkaan beras masyarakat Lingga saat ini," tambah Sui Hiok.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dari dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi kabupaten Lingga, kebutuhan gula di Lingga perbulannya mencapai 129 Ton. Sementara beras, perbulan sedikitnya 900 Ton. Namun, stok beras yang ada hanya 500 Ton. 

Hal ini perlu segera di carikan solusi, untuk mengatasi kelangkaan beras dan gula yang terjadi di Lingga. Jika aturan yang berlaku dan wajib di terapkan namun tanpa solusi mengatasi, hal ini akan berdampak buruk terhadap kebutuhan pokok masyarakat Lingga. (ray/cr11/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Oknum Polisi yang Bikin Kapolda Minta Maaf Diperintahkan Diperiksa Provoost


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler