Puskesmas Gratis Cuma Janji

Rabu, 04 Januari 2012 – 09:17 WIB

MATARAM-Janji Wali Kota Mataram menggratiskan biaya perawatan di puskesmas per 1 Januari 2012, belum terealisasi. Hingga kemarin, sejumlah puskesmas di Kota Mataram masih menarik biaya pada pasiennya. ‘’Saya masih bayar kok. Kata orang puskesmasnya memang belum gratis. Soalnya perintah dari atasannya belum ada,’’ kata Eni, salah satu pasien puskesmas yang ditemui Lombok Post (Group JPNN), kemarin.

Dari pantauan Lombok Post di beberapa puskesmas, proses pembayaran administrasi maupun obat-obatan memang masih tetap berjalan seperti biasa. Belum ada tanda-tanda bahwa pelayanan di puskesmas akan gratis sesuai janji Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Molornya pemberlakuan grtais bagi pasien puskesmas ini disebabkan belum selesainya regulasi. Sebab, untuk mengatur penggratisan, dibutuhkan payung hukum, minimal penerbitan Peraturan Wali Kota. Sayangnya, hingga saat ini, peraturan wali kota seperti yang dimaksud belum juga diterbitkan.

Saat diwawancarai akhir Desember lalu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram IGK Lania mengatakan, payung hukum berupa perwal sedang digodok. Begitupun dengan draf perdanya. Meski DPRD sudah memintanya sejak pertengahan Desember 2011 lalu, tapi hingga saat ini belum juga masuk ke tangan DPRD Kota Mataram.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh saat dikonfirmasi terkait hal itu membenarkan kalau penggratisan puskesmas itu belum berlaku hingga saat ini. Namun, ia berjanji akan secepatnya menerbitkan Perwal sebagai payung hukum sementara pemberlakukan pelayanan gratis di puskesmas tersebut. ‘’Memang masih belum, tapi kita upayakan secepatnya. Yang jelas, bulan Januari ini harus selesai semua sehingga penggratisan puskesmas bisa diterapkan,’’ tandasnya.

Lalu bagaimana dengan kualitas pelayanan di puskesmas pascapenggratisan nanti? Menurutnya, kualitas pelayanan akan tetap menjadi perhatian serius. Penggratisan puskesmas ini bukan menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan. ‘’Pelayanan tentu harus lebih bagus. Sebab ini kan bukan gratis, tapi kita subsidi melalu dana APBD. Masyarakat memang tidak mengeluarkan biaya, tapi itu ditanggung lewat APBD yang notabene adalah uang rakyat,’’ tambahnya.

Informasi yang diperoleh Lombok Post menyebutkan, Pemkot Mataram sudah menyiapkan anggaran hampir Rp 1 miliar untuk mengganti pembiayaan di puskesmas. Dana itu jauh lebih besar dibandingkan dengan PAD Kota Mataram dari puskesmas yang hanya sekitar Rp 400 juta per tahun.(oni)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bocah 6 Tahun Tewas Keracunan Ikan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler