Putra Tewas Ditembak Polisi di Lokasi Pernikahan Wanita Idamannya

Rabu, 28 Agustus 2019 – 03:59 WIB
Pelaku terkapar usai ditembak petugas setelah menusuk anggota kepolisian dengan senjata tajam, Senin (26/8) pagi. Foto: istimewa for prokal.co

jpnn.com, TARAKAN - Acara sebuah pernikahan di Jalan Padat Karya, RT 10, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, mendadak heboh, Minggu (25/8). Pasalnya, salah satu tamu undangan bernama Putra, 34, mengamuk sambil menenteng senjata tajam.

Bahkan, di antara tamu undangan lainnya menjadi sasaran ancaman pelaku. Warga setempat pun langsung melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Tarakan Utara.

BACA JUGA: Cekcok di Pesta Ulang Tahun, Pria Asal Ambon Tewas Ditikam

Saat Polisi bergegas menuju lokasi pernikahan, Putra ternyata mengetahui dan langsung melarikan diri dan bersembunyi entah ke mana. 

BACA JUGA: PSMS Bakal Tampil Pincang Saat Bersua Persibat Batang

BACA JUGA: Sempat Sembunyi di Hutan, Pelaku Penembakan Catut Akhirnya Berhasil Diringkus

Belakangan diketahui, motif pengancaman yang dilakukan Putra, karena patah hati. Dia kesal, sang mempelai wanita menikah. Rupanya pria yang tinggal di RT 20, Kelurahan Juata Laut itu menaruh hati kepada sang mempelai wanita sejak lama. “Saat polisi datang, dia (pelaku) langsung melarikan diri,” kata Andi, salah seorang warga setempat. 

Malam itu, resepsi pernikahan pun selesai dengan penjagaan polisi. Esok harinya, tak disangka, Putra kembali mendatangi lokasi pernikahan. Lagi-lagi Putra mengancam dengan senjata tajam. Warga kembali melaporkan aksi Putra ke Polsek Tarakan Utara. “Paginya dia datang, terus sempat teriak kalau akan ada yang mati,” tambah Andi. 

BACA JUGA: Catut Tewas Ditembak Rekan Sendiri Menggunakan Senpi Rakitan

Sekira pukul 10.30 WITA, 5 anggota Polsek Tarakan Utara menuju lokasi acara. Sesaat polisi tiba, Putra kembali melarikan diri. Dua anggota kepolisian pun berkeliling di sekitar kawasan tersebut mencari keberadaan Putra, tiga lainnya berjaga-jaga di lokasi pernikahan. Termasuk Aiptu Kaspandi. 

Beberapa saat kemudian, Putra muncul. Dia pun berhadapan dengan tiga anggota polisi yang berjaga-jaga. Polisi awalnya berusaha menenangkan Putra, namun tak digubris. Putra malah menjadi-jadi, lantas menghunus senjata tajam yang diselipkan di pinggangnya. 

Aiptu Kaspandi yang menjadi sasaran tusukan senjata tajam langsung tumbah. “Dua polisi lainnya pun langsung tembak Putra,” jelas Andi. Aiptu Kaspandi dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan usai diserang dengan senjata tajam. Tiga luka tusuk bersarang di tubuhnya. 

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan merinci luka yang diderita Aiptu Kaspandi yang bertugas sebagai kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Tarakan Utara, dua tusukan pada bagian dada dan satu di bagian tangan. 

“Saat pelaku kembali, anggota kami mencoba untuk menegur dan menenangkan pelaku. Namun tiba-tiba pelaku yang membawa sajam kemudian menusuk anggota kami,” kata Yudhistira.

Yudhistira membenarkan bahwa pelaku sempat membuat keributan dan keresahan di acara pernikahan pada Minggu (25/8). Bahkan saat itu, polisi langsung datang untuk mengamankan pelaku, namun pelaku berhasil melarikan diri. 

“Tadi malam (Minggu) ada yang melaporkan kalau pelaku membawa sajam,” katanya. Lanjut Yudhistira, pengancaman kembali dilakukan pelaku pada Senin pagi. “Anggota kami sempat memberikan tembakan peringatan. Tapi tak dihiraukan, akhirnya terhadap pelaku diberikan tindakan terukur,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Timnas Indonesia Menang Telak atas Persika, Dutra Cetak Satu Gol

Diketahui, Putra mendapatkan luka tembak di bagian belakang. Usai mendapatkan luka tembak, pelaku tewas di tempat. “Untuk kondisi Aiptu Kaspandi, sampai saat ini masih mendapatkan perawatan dan harus menjalani operasi. Akibat luka tusuk, korban mendapatkan luka tembus ke paru-paru dan ginjal,” jelas Yudhistira yang ditemui di RSUD Tarakan. 

Usai ditembak petugas, jasad pelaku langsung dibawa ke ruang mayat RSUD Tarakan. Terkait motif yang dilakukan pelaku, diakui Kapolres, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih dalam. Informasi lain yang diterima Kapolres, pelaku merupakan residivis penganiyaan terhadap ayah kandungnya sendiri. Pihaknya juga menerima informasi dari keluarga pelaku, bahwa pelaku sering didapati mengamuk dan memukul orang di lingkungannya. 

“Dari historisnya, pelaku pernah membunuh orang tua-nya sendiri dan pernah dipenjara, kemudian bebas. Kami masih dalami, apakah pelaku sering meminum minuman keras atau memakai sabu,” tegas Kapolres. (zar/lim) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penjaga Lahan Sengketa di Galaxy Tewas, 5 Lainnya Luka


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler