Puusiiing!!! Harga Pada Naik Semua Nih

Senin, 26 Desember 2016 – 13:07 WIB
Daging ayam di pasar. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JPNN.com - Memasuki perayaan natal dan jelang tahun baru harga komoditas daging ayam potong di sejumlah Pasar Tradisional Kota Cirebon mengalami lonjakan.

Kenaikan harga daging ayam potong ini, dirasakan oleh sejumlah pedagang sejak dua hari lalu.

BACA JUGA: Tiga Nyawa Melayang Disamber Kereta Api

Meski demikian, untuk pasokan ketersediaan hingga saat ini masih ada, bahkan melimpah.

Kepada Radar, Pedagang Daging Ayam di Pasar Kanoman, Mahmudin mengatakan pasokan daging ayam potong bisa dikatakan lebih dari cukup.

BACA JUGA: Dirjen Perhubungan Diminta Tambah Slot Time Penerbangan

Meski begitu kenaikan harga tetap terjadi.

"Harga daging ayam potong normalnya diangka 27 sampai 28 ribu/kg tapi sekarang lagi 32 ribu. Kenaikannya mulai terjadi sejak dua hari lalu mungkin karena Natal jadi naik," tuturnya pada Radar Cirebon, Minggu (25/12).

BACA JUGA: Pertamina Jamin Elpiji Aman Hingga Tahun Baru

Pihaknya menganggap kenaikan ini dirasakan sangat wajar mengingat saat ini tengah terjadi momentum Natal dan Tahun Baru, hal tersebut merupakan siklus tahunan.

"Iya munkin karena libur panjang juga jadi harganya naik. Makanya saya stoknya diperbanyak yang biasanya sedia setengah kuital bisa dua kali lipatnya,"terangnya.

Selain Daging Ayam, sejumlah sauran pun hingga saat ini belum menunjukan harga yang stabil. Selain karena faktor cuaca, para pedagang sayuran nampaknya mengisyaratkan harga komoditi sayuran akan terus melonjak hingga natal dan tahun baru 2017.

Pedagang sayuran di Pasar Jagasatru, Hj Sofatin (56) saat kembali dikonfirmasi mengatakan, harga sejumlah bahan pokok terutama jenis sayuran telah mengalami kenaikan bervariasi mulai dari Rp 1.000 hingga dua sampai tiga kali lipat dari harga biasanya.

Dikatakannya, kenaikan yang sangat signifikan masih terjadi pada bawang merah yang normalnya Rp 15 ribu kini Rp 28 ribu/kg, cabai merah yang awalnya dari Rp 20 ribu kini Rp 55 ribu/kg, tomat yang normalnya Rp 4.000/kg kini Rp 9.000/kg, daun bawang yang normalnya Rp 10 ribu/kg kini masih di kisaran harga Rp 15 ribu/kg.

"Harganya masih belum stabil. Apalagi sekarang mau tahun baru,"ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UMKM (Disperindagkop) Kota Cirebon, Ir Yati Rohayati kembali mengakui harga sayuran untuk jenis cabai dan bawang merah masih belum stabil. Kondisi demikian dipengaruhi oleh demands (permintaan) dan supply yang tidak seimbang.

"Ini karena produsen di tingkat petani juga sedang tidak bagus. Ditambah supply dan demands yang tidak seimbang, jadi wajar saja ini ini tidak hanya terjadi di Cirebon,"jelasnya.

Namun sayangnya, pihaknya menyatakan, untuk kasus kenaikan harga tersebut belum ditemukan solusinya seperti pengedaan operasi pasar (OP). Dalam hal ini, Disperindagkop UMKM hanya melakukan pemantauan harga agar tidak terjadi penimbunan.

"Tidak ada OP. OP hanya sewaktu-waktu, mungkin dengan kondisi harga yang mahal kami hanya menghimbau agar masyarakat daoat menekan kebutuhan dan berhemat. Namun setelah kami lakukan pemantauan dan Sidak rutin memang tidak terjadi penimbunan hanya saja karena memang barangnya langka, antara demands dan suplly tidak seimbang," tukasnya. (via/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Smartfren Tetap Stabil di Natal dan Tahun Baru


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler