Qodari: Jokowi Jadi Tokoh Kunci Memenangi Pilpres 2024

Selasa, 21 Maret 2023 – 17:46 WIB
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari saat berbicara dalam diskusi bertajuk "Pemilu 2024: Konstelasi, Variabel Penentu, dan Pemenangnya" yang dilaksanakan di Hotel Harris, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2023). Foto: Dok. Indo Barometer

jpnn.com, JAKARTA - Satu tahun menjelang Pemilihan Presiden 2024, Lembaga survei Indo Barometer menggelar diskusi bertajuk "Pemilu 2024: Konstelasi, Variabel Penentu, dan Pemenangnya" yang dilaksanakan di Hotel Harris, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2023).

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan Presiden Joko Widodo menjadi tokoh kunci yang menentukan konstelasi dan memenangi Pilpres 2024.

BACA JUGA: Jokowi Sudah Bahas Masalah Pilot Susi Air, Begini Perintahnya

Menurut Qodari, masa jabatan Presiden Jokowi yang berakhir pada 19 Oktober 2024 akan memengaruhi sejumlah ketua umum partai politik yang saat ini masih ada dalam Kabinet Indonesia Maju dalam menentukan pasangan capres dan cawapres yang akan diusung.

“Jokowi masih menjadi pemimpin kabinet sampai Oktober 2024. Sebagian ketua umum partai adalah anggota kabinet. Mereka pasti membaca aspirasi Jokowi,” ujar Qodari.

BACA JUGA: Puan Bocorkan Isi Pembahasan Megawati-Jokowi, Sebut Situasi Politik Mulai Memanas

Qodari menyebut pertimbangan Jokowi akan masih dijadikan preferensi oleh ketua umum partai. Termasuk soal keberlanjutan program kerja Jokowi.

“Dalam konteks keberlanjutan program kerja dan pembangunan, preferensi Jokowi menjadi perhatian dan pertimbangan para ketua partai dalam menentukan capres di 2024," ujar Qodari.

BACA JUGA: Belajar dari Tragedi Kanjuruhan, Qodari: Revolusi PSSI Dimulai dari Pembenahan Stadion Sepak Bola Indonesia

Alasan selanjutnya, kata Qodari, Jokowi merupakan presiden petahana dua kali sehingga memiliki basis pemilih yang kuat dan tersebar di seluruh Indonesia.

Ada di antaranya daerah terkuat yang merupakan kantong-kantong mayoritas pemilih seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.

“Jokowi adalah presiden dua kali yang pasti banyak pendukungnya karena pernah dicoblos 2 kali (menang). Tentu arah pilihan Jokowi jadi perhatian dan pertimbangan pemilih. Mereka akan ikut kode-kode Jokowi,” kata Qodari.

Lebih lanjut Qodari mengatakan sebagai tokoh politik, Presiden Jokowi juga memiliki jaringan relawan yang luas terbentuk dan tetap aktif semenjak Jokowi menjadi calon presiden di 2014 sampai dengan sekarang.

“Ciri khas Jokowi adalah memiliki relawan dan jaringan relawan yang luas dan sudah aktif dari 2013 sampai sekarang. Mereka ini adalah jaringan yang ampuh untuk memenangkan pilpres,” katanya.

Selain itu, kata Qodari, Jokowi memiliki tingkat kepuasan yang tinggi pada satu tahun sebelum masa pencoblosan, yakni diangka 72,3 persen.

“Artinya, Jokowi masih memiliki pengaruh besar di masyarakat karena modal kepuasan yang tinggi,” ungkap Qodari

Qodari menilai hal itu kontras jika dibandingkan dengan pemimpin sebelumnya, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kala itu jika dipotret dalam survei punya kepuasan yang relatif rendah.

“Tingkat kepuasan pada Jokowi satu tahun menjelang Pilpres 2024 relatif tinggi. Ini kontras dengan kepuasan pada SBY menjelang Pilpres 2014 yang hanya di kisaran 35-40 persen saja,” kata Qodari.

Indo Barometer menggelar diskusi bertajuk, “Pemilu 2024: Konstelasi, Variabel Penentu dan Pemenangnya.”

Hadir dalam diskusi tersebut politikus PDIP Andreas Hugo Pareira, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Juru Bicara PKS Pipin Sopian, dan Sekjen PPP Arwani Tomafi.(fri/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler