Rahmat: Meski Sandi Muda tapi Terlihat Lebih Bijak saat Debat

Senin, 21 Januari 2019 – 08:32 WIB
Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam Debat Capres, Kamis (17/1) malam. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pasangan capres – cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno dinilai telah menunjukkan kekompakannya dalam debat capres edisi perdana, Kamis (17/1) malam.

Politisi dari Partai Berkarya yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Pengusaha Berkarya Rahmat SH menilai, kekompakan pasangan capres – cawapres penting karena keduanya akan memimpin pemerintahan.

BACA JUGA: Komitmen Empat Pilar Seharusnya Diuji di Ajang Debat Capres

Sebagai kader partai pendukung pasangan Prabowo-Sandi, dia menilai, pasangan nomor urut 02 itu terlihat kompak saat debat capres.

"Capres akan memangku tugas resmi kepala negara dan kepala pemerintahan. Debat resmi pertama ini juga bukan hanya kekuatan pikiran spontan capres yang dilihat rakyat, tapi peran cawapres penting pula sebagai wakil dalam pembagian tugas-tugas penting dan wakil di saat presiden berhalangan," ujar Rahmat dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA: Debat Perdana Panen Kritik, KPU: Lebih Hidup Dibanding 2014

Pria yang juga mencalonkan diri sebagai calon legislatif dari Partai Berkarya untuk Dapil Sumsel II itu menambahkan, pasangan Jokowi-Mar'uf Amin seolah-olah bicara tidak spontan. Narasi setiap ucapannya seakan-akan telah diprogram dengan advance text yang telah disusun dan disusupi pikiran orang lain.

BACA JUGA: Maruf Amin Siap Debat Tanpa Kisi-Kisi Pertanyaan 

Ketua Umum Pengurus Besar Pengusaha Berkarya Rahmat SH. Foto: dok.Pribadi

"Maka rakyat perlu tahu siapa dalang penyusunnya. Karena rakyat tidak perlu capres-cawapres boneka yang dengan mudah disuruh-suruh atau diatur-atur. Hal ini juga penting bagi cawapres yang harus sama pintarnya dengan Capres karena dia harus selalu siap menggantikan di setiap saat. Seperti BJ Habibie dulu ataupun Megawati Soekarnoputri.

"Dalam debat perdana kita bisa melihat dengan jelas kekurangan Ma'ruf Amin dibandingkan Sandiaga Uno. Walau Sandi lebih muda, tapi di atas podium dia mampu bersikap arif dan bijaksana. Sehingga saya melihat dia sudah paham dan cocok menjadi Wapres RI mendampingi Prabowo nantinya," ulasnya.

Menanggapi lontaran Jokowi tentang capres yang tidak merasa punya beban masa lalu, Rahmat mengakui ada benarnya sebagian. Tapi ucapan itu menurutnya juga berlaku untuk Prabowo-Sandi. Di mana masa lalu Prabowo-Sandi bukan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

"Di sini Jokowi bermain terminologi karena masa lalunya adalah sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sedangkan masa kininya adalah sebagai incumbent presiden. Namun timsesnya lupa bahwa janji-janji yang dilontarkan Jokowi timbul saat belum dilantik sebagai presiden, sehingga dapat ditafsirkan sebagai janji masa lalunya sebagai gubernur DKI juncto Capres 2014. Oleh karenanya MPR atas nama rakyat berhak mempertanyakan realisasi janji-janji lama tersebut pada Laporan Pertanggungjawaban Jokowi (akuntabilitas). Nantinya rakyat dalam menggunakan hak pilihnya juga berhak mempercayai ataupun menolak untuk percaya lagi setiap ucapan Jokowi," tegasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sudirman Sebut Prabowo-Sandi Sudah Jadi Dwitunggal, Ini Alasannya


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler