Raih Penghargaan IKPA Terbaik, Ditjen PKH Terima Kartu Santri

Kamis, 06 Februari 2020 – 20:04 WIB
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) meraih penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) terbaik dan menerima Kartu Tidak Antre (Kartu Santri) dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta V, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara, Kementerian Keuangan.

Penghargaan ini diberikan pada acara Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2019 dan Sosialisasi Langkah Strategis Pelaksanaan Anggaran Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh KPPN Jakarta V di Auditorium Kampus Kementerian Pertanian, Kamis (6/2).

BACA JUGA: Kementan Bahas Pembiayaan Pertanian di Rakorsin

Apresiasi untuk Ditjen PKH ini diberikan karena tata kelola keuangan Ditjen PKH dinilai terbaik kedua untuk kategori pagu sedang dengan nilai 96,53.

Sedangkan posisi pertama diterima oleh Sekjen Kemenkum HAM dengan nilai 97,01. Dari lingkup Kementan, penghargaan diterima juga oleh Ditjen Hortilkultura pada posisi ketiga dan Badan Ketahanan Pangan di posisi kelima.

BACA JUGA: Kementan Luncurkan AWR Berteknologi Modern

Selain mendapatkan penghargaan terbaik, Ditjen PKH juga menerima Kartu Santri. Kartu ini membuat Ditjen PKH berhak mendapatkan layanan prioritas berupa bebas antrean sebagai apresiasi kepada para pengguna layanan karena telah melaksanakan pengelolaan dana APBN dengan baik.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita mengatakan, penghargaan diterima atas penguatan program tata kelola keuangan yang telah dilakukan.

BACA JUGA: Kementan Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Daerah Rentan Rawan Pangan di Maluku Utara

"Penghargaan ini merupakan buah hasil sinergi seluruh bagian di Ditjen PKH, yang dimulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, proses, metode kerja, sistem pengendalian, dan koordinasi yang didasari oleh kerja professional, mengikuti aturan serta integritas dan komitmen diri yang kuat," jelasnya.

Ketut menegaskan, hal-hal tersebut merupakan dasar bagi pihaknya untuk mengubah performa institusi. "Kami harus hormati institusi dengan integritas dan loyalitas, serta jalankan amanah. Terintegrasi dari atas ke bawah," jelasnya.

Ketut menerangkan, penguatan dalam tata kelola keuangan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan dalam mengembangkan proses dan layanan yang pada akhirnya akan memberikan hasil yang lebih baik.

Selain itu, Ditjen PKH berupaya untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja laporan keuangan melalui program elektronik Rekonsiliasi Laporan Keuangan.

"Saya selalu mengingatkan kepada seluruh jajaran di Ditjen PKH, anggaran merupakan amanat yang sangat penting yang harus digunakan dan dikelola dengan baik dan bertanggung jawab," ungkapnya.

Sementara itu Kepala KPPN Jakarta V Lasmaria Manurung menjelaskan, terdapat beberapa indikator yang digunakan dalam penilaian untuk pemberian penghargaan apresiasi satker terbaik mitra KPPN dan pemberian penghargaan ini dilakukan sebagai apresiasi kinerja pelaksanaan anggaran 2019.

Penilaian dilaksanakan dengan berpedoman pada beberapa indikator dalam pelaksanaan APBN yang dilakukan secara adil dan transparan pada kategori pagu besar, sedang dan kecil.

"Nilai semua satker bagus, artinya petugas pengunduh data bekerja dengan optimal, dan semua mitra KPPN Jakarta V telah menjalankan E-Rekon LK dengan baik," ujarnya. (cuy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler