Rakyat Rote Tunggu Janji, Bima Fanggidae Siap Buka Mata Jokowi

Senin, 14 Agustus 2017 – 18:08 WIB
Presiden Jokowi. Foto: Ist/Humas Pemprov Kalbar

jpnn.com, JAKARTA - Bakal Calon Bupati Kabupaten Rote Ndao, Bima Fanggidae siap membuka mata Presiden Joko Widodo di Bumi Sejuta Lontar ini. Hal ini menyusul janji Jokowi yang sebelumnya mengembuskan bakal mengunjungi pulau paling selatan di Indonesia itu.

“Rencana kedatangan Presiden Jokowi ke Rote sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Rote. Kami mengapresiasi rencana ini karena ini merupakan kunjungan pertama yang dilakukan oleh Presiden Indonesia,” kata dia di Jakarta, Senin (14/8).

BACA JUGA: Jokowi: Gerakan Pramuka Harus Bikin Terobosan

Dalam kunjungan Jokowi nanti, Bima mengaku siap membuka mata presiden akan potensi ekonomi lokal untuk menggenjot PAD daerah. Mulai dari faktor kekayaan destinasi wisata alam, pantai, laut, hingga potensi agrobisnis rumput laut, dan lontar sebagai tanaman khas Rote.

Menurut Bima, pohon lontar punya banyak produk turunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Seperti diolah menjadi kecap, obat diabetes, obat panas dalam, hingga alternatif bahan bakar pengganti bensin dan solar.

BACA JUGA: Relawan Bantah Rekomendasikan Reshuffle Kabinet

"Dari buah lontar ini bisa menghasilkan banyak produk turunan dan semuanya adalah ilmu turunan dari nenek moyang. Hanya masyarakat Rote yang bisa mengolahnya, di tempat lain tidak ada," jelas dka.

Sayangnya, potensi agrobisnis lontar ini belum dilirik dan difasilitasi oleh pemerintah daerah hingga saat ini. Karenanya, Bima menjanjikan akan membangun Pulau Rote lewat program edukasi dan sosialisasi turun langsung ke masyarakat bawah.

BACA JUGA: Harga Semen dan BBM Turun, Bukti Jokowi Ada di Puncak

"Nilai jualnya tinggi dan kalau digarap marketnya secara serius bisa menaikkan kesejahteraan masyarakat. Nah sayangnya karena ini kurang didukung pemda saat ini sehingga pemasarannya juga tidak berjalan dengan baik. Kami akan coba buka akses market lontar di level nasional hingga global," tegas dia.

Bima mengakui Pulau Rote merupakan salah satu Kabupaten termiskin di Indonesia. Masyarakat Rote sangat kesulitan mendapatkan air, sedangkan 86 persen masyarakat Rote adalah bertani.

"Masyarakat harus beli air dengan harga Rp 200 ribu per tangki. Padahal pendapatan mereka tidak sampai Rp 300 ribu," tutur dia.

Untuk itu, Bima berharap kedatangan Presiden Jokowi nantinya bisa mendatangkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat Rote.

"Belum pernah presiden-presiden terdahulu datang mengunjungi bagian terselatan dari NKRI. Mudah-mudahan dengan kedatangan beliau, Rote bisa lebih dikenal (publik) dan diperhatikan," imbuh Balon Bupati yang bakal maju lewat dukungan Gerindra dalam Pilkada 2018 itu.

Dua hari lalu, Presiden Jokowi menjanjikan akan mengunjungi Pulau Rote yang merupakan paling selatan di wilayah Indonesia.

Jokowi mengakui sudah mengunjungi semua pulau terluar ujung wilayah Indonesia, meliputi Sabang di Barat, Merauke di Timur dan Miangas di Utara.

"Yang di ujung-ujung sudah saya kunjungi semua, hanya Pulau Rote yang di ujung selatan Indonesia yang belum saya kunjungi. Insyaallah tahun ini saya ke sana," kata Presiden Jokowi dalam kunjungannya di Pondok Pesantren Al Amien di Jember, Sabtu (12/8).(Mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dulu Tak Mendukung, Kini Ashaty Kagumi Kerja Jokowi


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Jokowi   Rote Ndao  

Terpopuler