Rakyat Ukraina Murka, Rusia Yakin Perundingan Damai Tidak Terganggu

Senin, 09 Mei 2022 – 23:00 WIB
Mayat korban kekejaman tentara Rusia bergelimpangan di jalanan Kota Bucha yang berhasil direbut pasukan Ukraina kemarin, Sabtu (2/4). Wali Kota setempat mengatakan 300 warganya telah tewas akibat invasi Rusia. Akibat kekejaman itu, keanggotaan Rusia dalam UNHCR ditangguhkan. Foto: RONALDO SCHEMIDT / AFP

jpnn.com, MOSKOW - Kepala perunding Rusia Vladimir Medinsky pada Senin mengatakan bahwa pembicaraan damai dengan Ukraina masih berlangsung dan digelar dari jarak jauh, menurut kantor berita Interfax.

Moskow menuding Kiev menyudahi pembicaraan dan memanfaatkan laporan kekejaman yang dilakukan pasukan Rusia di Ukraina untuk mengacaukan perundingan.

BACA JUGA: Berita Terkini Soal WNA Asal Rusia Berfoto Telanjang di Objek Wisata Bali

Rusia membantah telah menargetkan warga sipil dalam apa yang disebutnya sebagai "operasi militer khusus".

Ditanya tentang kapan pembicaraan langsung digelar, Medinsky menjawab: "Kami butuh yang lebih spesifik untuk bertemu langsung."

BACA JUGA: Rusia Bom Persembunyian Warga Sipil Ukraina, Banjir Darah

Ukraina dan Rusia belum mengelar pembicaraan damai secara tatap muka sejak 29 Maret, meski kedua pihak tetap bersua via tautan video.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada April mengatakan bahwa ada potensi besar pembicaraan damai akan berakhir. Menurut dia, masyarakat Ukraina murka setelah melihat kekejaman Rusia di wilayah sekitar Kiev.

BACA JUGA: Rusia Lumpuhkan Sistem Kesehatan Ukraina, Ratusan RS Hancur, Obat-obatan Langka

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut aksi Moskow sebagai "operasi militer khusus" yang dirancang untuk melucuti senjata Ukraina, membela penutur bahasa Rusia dari persekusi dan mencegah Amerika Serikat beserta sekutunya memanfaatkan negara tersebut untuk mengancam Rusia.

Ukraina menolak klaim persekusi Putin dan membantah ancaman apa pun untuk Rusia dari Ukraina atau negara Barat.

Pihaknya mengatakan sedang berperang melawan perampasan tanah yang tak beralasan. (ant/dil/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler