Ramalan Reza Indragiri soal Gibran Berubah setelah Debat: Membosankan

Senin, 25 Desember 2023 – 07:01 WIB
Cawapres Pilpres 2024, Muhaimin Iskandar dan Gibran Rakabuming Raka, dalam Debat Kedua Cawapres Pemilu 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Jumat (22/12/2023) malam. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Ramalan Reza Indragiri Amriel tentang Gibran Rakabuming Raka dalam Debat Cawapres berubah setelah dirinya mencermati penampilan Cawapres RI nomor urut 02 itu pada 22 Desember 2023 kemarin.

Setelah Debat Cawapres, pernyataan Reza di sebuah stasiun televisi swasta sehari sebelum acara berlangsung, viral di TikTok.

BACA JUGA: Era Gibran: Kilas Balik Pertumbuhan Ekonomi Kota Solo

Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka saat debat cawapres di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023). Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/tom

"Memang sehari sebelum debat cawapres berlangsung, saya meramal Gibran sangat positif. Dia, saya katakan, bakal menjadi macan panggung," ujar Reza kepada JPNN.com, Minggu (24/12).

BACA JUGA: Dijebak Gibran Pakai SGIE, Cak Imin Malah Panen Pujian di Medsos

Alasannya meramal begitu, pertama, Gibran belajar marketing. Sehingga, di otaknya sudah ada alur-alur berpikir ala ekonom.

Kedua, dialah orang muda yang dalam waktu amat-sangat cepat sudah bisa membangun raksasa bisnis dengan suntikan investasi luar biasa besar.

BACA JUGA: Gibran Bikin Bingung Cak Imin Soal SGIE, Anies: Bisa Dijawab dengan Google

"Beberapa di antaranya secepat itu pula bangkrut. Bagaimana investasi itu Gibran dapatkan dan kenapa dia bangkrut, itu bukan atensi saya," kata sarjana psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Ketiga, Reza yang pernah menjadi tenaga ahli profesional di DPR RI menyebut di belakang Gibran ada dua orang kuat: Prabowo dan Jokowi.

"Dua orang ini memungkinkan Gibran mendapat akses data sangat luas, yang tidak tertandingi oleh siapa pun. Itu yang, juga sesuai ramalan saya, membuat pernyataan-pernyataan Gibran terkesan sangat data driven," tuturnya.

Namun, selama menyaksikan debat berlangsung, Reza merasa ada sesuatu yang "lewat". Karena itu, dia putar ulang tayangan debat cawapres, tetapi kali ini dia menyimak dengan mata tertutup.

"Saya hanya fokus pada perkataan para cawapres. Di situlah saya temukan hal "lewat" tadi," ujar pria yang lebih dikenal sebagai pakar psikologi forensik itu.

Reza menuturkan, sebagai awam yang tidak belajar ekonomi dan sejenisnya, dia justru tidak bisa memahami substansi banyak bagian yang Gibran katakan.

"Intonasinya yang cenderung datar pun membuat kelancarannya dalam berkata-kata terdengar membosankan," ucap Reza.

Pada sisi lain, katanya, kosakata dan redaksional Cawapres 01 Muhaimin Iskandar lebih bisa dia ikuti.

"Gelembung-gelembung imajinasi di kepala saya bermunculan jauh lebih banyak di kepala saya ketika menyimak Muhaimin. Sayangnya, mungkin karena bukan ekonom, dia kurang agresif," tuturnya.

Dari situ, Reza punya simpulan agak berbeda dengan ramalannya yang disampaikan sehari sebelum debat cawapres.

"Sekarang saya nilai Gibran sangat lancar dalam mengemukakan isi hapalannya, tetapi dia tidak cukup berhasil berkomunikasi dengan awam seperti saya. Padahal, saya adalah rakyatnya," ujar Reza.

Hal sebaliknya justru dirasakan Reza ketika mendengar penyampaian Muhaimin dalam debat cawapres tersebut.

"Muhaimin, sebaliknya. Sensasi bahwa dia sedang berbincang-bincang dengan saya selaku awam tentang perekonomian terasa lebih kuat," lanjutnya.

Pada titik itu, Reza teringat ungkapan tentang kemampuan menyederhanakan hal rumit (ability to simplify). Bunyinya, "Making the simple complicated is commonplace; making the complicated simple, awesomely simple, that's creativity."

"Jadi, coba putar ulang debat cawapres semalam. Pejamkan mata, biarkan telinga terbuka. Macan mana yang mengajak engkau berkelana, dan macan mana yang membuat engkau tersesat di dalam rimba?" kata Reza Indragiri.(fat/jpnn.com)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler