Ramdan Mulai Gerakkan Kaki

Sabtu, 01 Mei 2010 – 02:08 WIB
SURABAYA - Ramdan Aldil Saputra, balita 3,5 tahun yang Sabtu (24/4) lalu menjalani transplantasi liver pertama di RSUD dr Soetomo, kembali menunjukkan kekuatan fisiknya yang luar biasaPemulihan mantan penderita atresia bilier itu pascaoperasi otak kedua yang dia jalani Kamis (29/4) malam luar biasa cepat.
   
Kemarin (30/4) pagi, tak sampai 18 jam setelah operasi, mata putra bungsu pasangan Bambang Sutondo Winarno-Sulistyoningsih itu sudah berbinar-binar

BACA JUGA: Bunda Bilqis Semangati Bunda Ramdan

Kedua kakinya juga sudah bergerak-gerak dengan kuat
Bahkan, Ramdan sudah bisa melakukan hobinya, yakni menyilangkan kaki saat tiduran

BACA JUGA: Ibu Negara Beri Perhatian Ramdan


     
Refleks kedua pupilnya pun bagus, pertanda tidak lagi muncul perdarahan pada otak, seperti yang terjadi dua hari berturut-turut pada Rabu (28/4) dan Kamis
?Perdarahan di otak atau intracranial yang dialami Ramdan berhasil dievakuasi oleh tim dokter,? kata juru bicara tim liver transplant RSUD dr Soetomo, dr Urip Murtedjo SpB K-L, dalam konferensi pers di lantai 2 Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD dr Soetomo kemarin (30/4).
     
Seperti diberitakan, sekitar pukul 16.30 Rabu lalu Ramdan kejang, dan beberapa menit kemudian koma

BACA JUGA: Orang Tua Bilqis Beri Motivasi Ibunda Ramdan

Sekitar 1,5 jam kemudian, dilakukan CT-scan, dan diketahui bahwa terjadi perdarahan hebat di bagian otak kanan depanSatu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawanya adalah pembedahan otak dengan membuka tulang tengkoraknya (trepanasi)
     
Sekitar pukul 20.15 Rabu malam, Ramdan dibawa ke ruang operasi 609, dan pukul 21.00 mulai dibedahPembedahan itu dilakukan oleh tim bedah syaraf, yang dipimpin Dr dr Moh Arifin Parengreng SpBS, dan dibantu dr Muhamad Thohar Arifin SpBS dan dr Nur Setiawan SpBS
     
Operasi yang berlangsung selama sekitar tiga jam itu selesai sekitar pukul 24.00Sekitar sejam setelah kulit kepalanya ditutup, Ramdan dibawa ke Graha Rawat Inap Utama (GRIU) Graha Amerta RSUD dr Soetomo untuk menjalani CT-ScanKetika itu, hasilnya bagusNamun, Ramdan masih harus di-?tidur?-kan dulu untuk mengurangi beban otaknya yang baru dioperasi.
     
Kamis pagi, tepat enam jam setelah pemeriksaan CT-scan pascaoperasi pertama, Ramdan di-CT-scan ulangTim dokter ingin memastikan bahwa tidak ada perdarahan baru pada otak RamdanNamun, hasilnya mengejutkanMuncul perdarahan baru yang arealnya cukup luas di otak kiri bocah kelahiran 27 September 2006 itu
     
Tim dokter kemudian memutuskan untuk kembali melakukan trepanasi, agar bekuan darah baru itu tak sampai menekan otakKamis, sekitar pukul 14.30, operasi mulai dilakukan oleh tim dokter bedah syaraf yang sama dengan yang Rabu malam mengoperasi RamdanLama operasi itu juga tiga jam, sama persis dengan operasi pertama.
     
Enam jam setelah operasi itu, yakni sekitar pukul 23.00, Ramdan kembali menjalani CT-scan, dan hasilnya bagusTidak lagi ada perdarahan baru, atau bekuan darah yang menyebabkan penekanan pada otaknyaNamun, untuk berjaga-jaga, pada kepala Ramdan dipasang drain atau saluran untuk mengeluarkan darah yang mungkin masih tersisa pada otaknyaSebab, darah itu tidak boleh sampai menjadi gumpalan yang menekan otak.
     
Perdarahan itu sendiri, menurut tim dokter, terjadi akibat gangguan multifaktorPertama, karena pembuluh darah Ramdan sudah sangat rapuh akibat terlalu lama menderita atresia bilier, atau kelainan liver berupa tidak terbentuknya saluran yang menghubungkan empedu dengan usus
     
Hal itu menyebabkan cairan empedu, tidak bisa mengalir ke usus, dan menyebar ke liver dan organ-organ tubuh yang lain, termasuk pembuluh darah dan tulangPadahal, cairan empedu bersifat racun dan fungsinya adalah untuk membunuh kuman-kuman pada saluran pencernaan
     
Cairan ?salah jalan? itu akhirnya malah ?meracuni? organ tubuh Ramdan yang lainTermasuk livernya, yang mengalami kerusakan dan harus ditransplantasiAkibat lain, pembuluh darah Ramdan juga ikut rapuhPembuluh darah yang sudah rapuh itu otomatis sangat mudah pecah jika terkena sedikit saja gangguan
     
Sementara itu, pasca transplantasi liver, Ramdan sendiri harus meminum obat immunosuppressant jenis tacrolimus untuk mencegah penolakan tubuhnya terhadap liver baru yang dicangkokkanPadahal, salah satu efek samping obat itu adalah menaikkan tekanan darah
     
Obat itu, menurut perhitungan tim dokter, seharusnya tidak akan berbahaya lantaran sudah diberikan dengan dosis yang dirasa paling aman bagi RamdanNamun, karena pada dasarnya sudah rapuh, pembuluh darah Ramdan langsung pecah meskipun tekanan darah bocah itu hanya naik sedikit.
     
"Jadi, perdarahan terjadi bukan hanya karena obatTapi akibat dari atresia bilier, yang dalam 3,5 tahun menimbulkan kerapuhan dan kelemahan vaskuler," imbuh UripImunosupresiv harus diberikan tapi perdarahan tjd bukan hanya karena obat, triggernya, tapi akibat dari atresia bilier liver functionnya tinggi, dlm 3,5 tahun menimbulkan kerapuhan, kelemahan vaskuler.(rum)

BACA ARTIKEL LAINNYA... NASA Punya Bukti Kehidupan di Mars


Redaktur : Auri Jaya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler