Rapat Paripurna Bahas Jenderal Andika Calon Panglima TNI Diwarnai Ketegangan, Panas

Senin, 08 November 2021 – 13:42 WIB
Anggota DPR RI terlihat menghampiri Fahmi Alaydrus usai rapat paripurna membahas Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI di Kompleks Parlemen, Senin (8/11/2021). Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Rapat Paripurna perihal laporan Komisi I DPR RI atas hasil uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI diwarnai interupsi oleh anggota DPR Fraksi PKS Fahmi Alaydrus.

Interupsi itu terjadi saat Ketua DPR RI Puan Maharani akan menutup rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senin (8/11).

BACA JUGA: Jenderal Andika Calon Panglima TNI, Anggota DPR Kompak Menjawab Pertanyaan Mbak Puan

"Intrupsi pimpinan. Pimpinan saya minta waktu. Pimpinan mohon saya minta waktu," ucap Fahmi.

Meski terus diinterupsi, Puan Maharani tetap menutup rapat paripurna yang digelar sejak pukul 10.30 WIB itu.

BACA JUGA: Bagaimana Peluang Jenderal Andika jadi Capres? Bandingkan dengan Gatot, Moeldoko, SBY

Sikap Puan Maharani itu membuat Fahmi Alaydrus berang.

Dia mengaitkan sikap Puan Maharani dengan wacana pencapresan putri Megawati Soekarnoputri itu.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Kabar Terbaru Soal Pemeriksaan Sopir Vanessa Angel

"Bagaimana mau capres, hak konstitusi kami ditutup?" kata Fahmi dengan nada emosi.

Lantas, perkataan Fahmi tersebut memantik amarah anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.

Terlihat seusai rapat paripurna ditutup, suasana tampak tegang.

Beberapa orang anggota dewan terlihat langsung menghampiri Fahmi sambil menunjuk ke arah legislator dari Dapil Jawa Barat V itu. (mcr8/jpnn)


Redaktur : Soetomo
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler