Ratna Sarumpaet Dianiaya, Prabowo Sebut Novel dan Neno

Rabu, 03 Oktober 2018 – 07:42 WIB
Prabowo Subianto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Calon presiden Prabowo Subianto mengatakan, langkah serius pihaknya mengungkap aksi kekerasan yang dialami Ratna Sarumpaet bukan karena wanita tersebut bagian dari tim kampanye pasangan capres nomor urut 02.

Menurut Prabowo, pengungkapan kasus yang dialami Ratna sebagai bentuk peringatan agar kasus-kasus kekerasan segera diakhiri. Agar demokrasi berjalan dengan baik di Indonesia.

BACA JUGA: Tompi Sebut Bengkak di Wajah Ratna Sarumpaet Bekas Operasi

"Ini sebuah ironi, karena hari ini (Selasa,red) merupakan hari antikekerasan internasional. Saya harus menyampaikan ke publik, karena ini bukan yang pertama," ujar Prabowo di Bilangan Kertanegara, Jakarta, Selasa (2/10) malam.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini kemudian memaparkan beberapa kasus kekerasan yang dialami sejumlah pejuang kemanusiaan dan penegak hukum.

BACA JUGA: Pernyataan Keras Prabowo terkait Kasus Ratna Sarumpaet

Antara lain, penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Menurut Prabowo, Novel sampai menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk proses penyembuhan. Sayangnya, sampai saat ini pelaku belum tertangkap.

"Ibu Neno Warisman, di-bully, dilarang berkegiatan di wilayah NKRI. Terus terang saya sangat prihatin. Karena itu bersama Koalisi Indonesia Adil Makmur, kami akan minta waktu bertamu Kapolri (Jenderal Pol Tito Karnavian) dalam waktu dekat," ucapnya.

BACA JUGA: Polisi Sarankan Ratna Sarumpaet Segera Buat Laporan

Mantan Danjen Kopassus ini juga mengatakan telah bicara dengan Ratna terkait peristiwa penganiayaan yang dialami. Ibunda Atiqah Hasiholan tersebut katanya, menyerahkan pada Prabowo terkait langkah yang diambil untuk menyikapi kasus yang dialami.

"Tadi saya bicara dengan Ibu Ratna. Keluarganya merasa ketakutan karena diancam, bahkan tak mau laporan. Tapi karena sudah menyebar, saya bilang tak bisa ditutupi, harua diungkap ke publik," katanya.

BACA JUGA: Tompi Sebut Bengkak di Wajah Ratna Sarumpaet Bekas Operasi

Prabowo menegaskan, koalisi Indonesia Adil Makmur yang diusung Partai Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat sepenuhnya menginginkan demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik.

"Jadi, jangan ada lagi kekerasan, intimidasi, dan lain sebagainya," pungkas Prabowo. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasus Penganiayaan Ratna Sarumpaet Belum Dilapor ke Polisi


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler