Ratusan Dusun Belum Teraliri Listrik

Sabtu, 02 Agustus 2014 – 14:54 WIB

jpnn.com - SAMPANG– Sedikitnya, 202 dusun belum menikmati aliran listrik dari PLN secara maksimal. Saat ini ratusan warga di dusun tersebut mengandalkan listrik dengan cara menyambung dari tiang listrik ke tiang listrik yang dibuat seadanya. Hal itu tentu membahayakan keselamatan mereka.

Sebanyak 202 dusun yang belum teraliri listrik tersebut terungkap berdasar data dari Badan Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Sampang. Bapemas menyatakan tengah menggenjot program energi alternatif bersama Dinas Perdagangan Perindustrian dan Pertambangan (Disperindagtam) Sampang.

BACA JUGA: Ugal-ugalan, Bus Sumber Selamat Bunuh Wartawan Jawa Pos

Kepala Bapemas Sampang Moh. Amiruddin menyatakan telah berupaya membangun jaringan listrik. Mulai pemasangan tiang hingga pemasangan listrik alternatif melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). ’’Tetapi, karena biaya yang cukup mahal dan minimnya anggaran, sejumlah desa maupun dusun diharap bersabar. Terutama, warga di wilayah utara Sampang,’’ terang Amiruddin saat ditanya mengenai sejumlah dusun yang belum dialiri listrik secara maksimal kemarin (1/8).

Dia menjelaskan, ratusan dusun tersebut bukan tidak teraliri listrik, melainkan belum dipasang jaringan dan tidak memiliki travo sendiri. Fakta di lapangan, rumah warga dialiri listrik dengan cara menyambung pada desa tetangga yang telah memiliki instalasi/travo. ’’Karena itu, yang tidak memiliki travo/instalasi ini segera kami bangunkan PLTS,’’ katanya.

BACA JUGA: 395.994 Pemudik Belum Balik dari Merak-Bakauheni

Mengenai keberadaan 202 dusun yang belum teraliri listrik di desa dan kecamatan mana saja, Amiruddin menuturkan tidak bisa memerinci. Namun, secara global, jumlahnya banyak terdapat di wilayah utara Kota Bahari. Saat ditanya mengenai anggaran APBD, dia menyatakan sangat minim. ’’Tetapi, saya lupa angkanya. Data pastinya ada di kantor,’’ ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Disperindagtam Misdimelalui Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan Disperindagtam Suaidi menjelaskan, pada 2014, proyek energi cukup minim. Menurut dia, proyek energi tenaga alternatif itu hanya dianggarkan Rp 1 miliar dari dana alokasi khusus (DAK). Anggaran tersebut jauh lebih kecil daripada yang didapat pada 2013, yakni sekitar Rp 5 miliar.

BACA JUGA: Penumpang Bus Turun Dibanding Arus Balik 2013

Menurut dia, tenaga alternatif yang dimaksud adalah PLTS  solar home system (SHS) 80 WP. Proyek tersebut akan diletakkan di dua titik. Yakni di Desa Karanganyar, Kecamatan Ketapang, dan Desa Mlakah, Kecamatan Jrengik. Di masing-masing titik itu dianggarkan Rp 500 juta. Anggaran DAK tersebut berasal dari Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM). (via/rd/JPNN/mas/bh)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Korban Tewas Insiden di Kediaman JK Jadi 2 Orang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler