Ratusan Kuda Terbang ke Tokyo

Jumat, 16 Juli 2021 – 10:26 WIB
Atlet berkuda Steven Menayang beraksi di Arthayasa Stable, Limo, Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. HO/Tim media FEI Jumping

jpnn.com, TOKYO - Ratusan kuda bakal mendarat di Tokyo Haneda Airport dan beberapa di antaranya tiba pada Kamis (15/7) malam waktu setempat.

Itu bukan kuda sembarangan, tetapi kuda Olimpiade Tokyo 2020.

BACA JUGA: 5 Pesepak Bola Tenar yang Ambil Bagian di Olimpiade Tokyo 2020, Simak Selengkapnya

Ratusan kuda tersebut akan bersaing bersama para penunggangnya dalam tiga nomor berkuda, yaitu tunggang serasi, lompat rintangan dan trilomba -satu-satunya olahraga Olimpiade di mana laki-laki dan perempuan bersaing secara individu dengan syarat yang sama.

Ratusan kuda yang masing-masing memiliki bobot 510-630 kg itu berada di kandang khusus -- masing-masing kandang berisi dua kuda -- bersuhu 16 derajat celcius dan ditemani oleh pengawas kuda dan dokter hewan dalam perjalanan di penerbangan.

BACA JUGA: Petenis Inggris Susul Roger Federer Mundur dari Olimpiade Tokyo 2020, Kenapa ya?

Tak bisa penerbangan biasa. Harus dilakukan oleh agen transportasi yang memiliki spesialisasi transportasi kuda, seperti Peden Bloodstock, yang telah mengorganisir transportasi kuda Olimpiade dan Paralimpiade sejak 1960.

Namun, ini adalah pertama kalinya Bandara Haneda menangani pengiriman bermuatan kuda, yang masing-masingnya bernilai tinggi.

BACA JUGA: Olimpiade Tokyo 2020: Usain Bolt Sesumbar Rekor Dunia Miliknya Sulit Dipecahkan

"Ini bukan sekadar kuda, mereka adalah kuda Olimpiade," kata administrator Bandara Internasional Tokyo, Takahashi Koji, dikutip dari Reuters, Jumat.

"Ini adalah malam yang sangat besar bagi bandara, dan khususnya untuk tim kargo, dan kami melihatnya sebagai salah satu tonggak utama penghitungan mundur terakhir Olimpiade Tokyo 2020," imbuhnya.

Penerbangan Olimpiade pertama tahun ini dari Eropa membawa 36 kuda dari Belgia melalui Dubai ke Tokyo dalam perjalanan 18 jam, juga mengangkut 12.000 kg pakan dan 13.500 kg perlengkapan kuda.

Penerbangan itu mencakup kuda milik sejumlah atlet, di antaranya kuda betina Bella Rose milik Isabell Werth dari Jerman, atlet berkuda yang beberapa kali menjadi juara Olimpiade.

Semua kuda menjalani periode pengawasan kesehatan 60 hari dan karantina tujuh hari sebelum penerbangan.

Hal itu sangat penting tahun ini setelah dunia olahraga berkuda harus berjuang melawan dua penyakit dalam beberapa bulan terakhir, yaitu virus corona yang menyerang penunggang dan virus herpes yang menyerang kuda. (reuters/ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler