Ratusan Penghuni Rutan Bireuen Keracunan

Setelah Makan Nasi Daging dari Panitia HUT Kemerdekaan

Senin, 19 Agustus 2013 – 01:01 WIB

jpnn.com - BIREUEN - Penghuni rumah tahanan (rutan) Bireuen mendapat jatah makan siang istimewa Sabtu malam (17/8). Mereka menerima lauk daging yang disumbang panitia HUT ke-68 Kemerdekaan RI. Tentu, para tahanan itu memakan dengan lahap menu yang jarang didapat tersebut.

Tidak lama setelah makan, ratusan tahanan itu muntah dan mencret. Dua orang di antaranya kritis dan dilarikan ke RSUD dr Fauziah Bireuen. Saat dikonfirmasi Metro Aceh (JPNN Group), Kepala Rutan Bireuen Irfan Riandy membenarkan adanya kejadian tersebut. "Kami menduga bahwa korban menderita sakit perut hingga muntah dan mencret karena makanan yang diberikan basi," ujarnya.

BACA JUGA: Rem Blong, Bus Seruduk 8 Kendaraan, Tiga Tewas

Akibatnya, total 301 penghuni Rutan Bireuen, baik laki-laki maupun perempuan, menderita muntaber secara bersamaan dengan kondisi parah dan ringan. Mereka langsung diberi obat sakit perut yang dijual di kantin. Persediaan obat di kantin pun ludes malam itu.

Adnan dan Baihaqi yang merupakan tahanan pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. "Petugas membawa mereka ke IGD pada Minggu (18/8) sekitar pukul 00.30," papar Plt Kasubsi Pelayanan Tahanan Rusdi Manawi.

BACA JUGA: Bambang-Khofifah Dekati Nasdem

Sementara itu, dr Diana, dokter piket IGD, menyatakan bahwa korban tersebut lemas karena kehabisan cairan. Adnan kemarin sudah kembali ke rutan, sedangkan Baihaqi terus dipantau secara intensif.

Darwin, tahanan lain, menjelaskan, saat makan siang, daging di menu itu memang agak asam. Namun, mereka tetap melahap makanan tersebut lantaran jarang mengonsumsi daging di dalam rutan.

BACA JUGA: Eggi Incar Segmen Pemilih Golput

Tapi, sejak sore hingga dini hari, satu per satu tahanan berjatuhan. "Perut terasa seperti ditarik-tarik," ucapnya.

Dandim 0111/Bireuen Letkol KAV Asep Solihin yang menjadi panitia HUT Kemerdekaan mengungkapkan bahwa pihaknya menurunkan tim ke lokasi untuk mengusut kasus tersebut. "Makanan itu mungkin terlambat dibagikan. Yang lain tidak mengalami sakit seperti di penjara," tuturnya.

Bupati Bireuen Ruslan M. Daud juga berjanji untuk menelusuri kejadian tersebut. "Kami akan selidiki dan berharap kejadian ini tidak terulang. Mungkin karena padatnya kegiatan HUT ke-68 RI kemarin. Dengan mewakili muspida, saya mohon maaf," katanya. (rah/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Listrik Byar-Pet, 60 Ton Es Dibuang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler