Ratusan Penumpang Batavia Ngamuk

Jumat, 01 Februari 2013 – 08:26 WIB
MEDAN-Pascaberhentinya operasional Batavia Air karena perusahaannya pailit, berdampak pada calon penumpangnya di Bandara Polonia. Ratusan calon penumpang Batavia Air berbondong-bondong mendatangi Bandara Polonia untuk meminta pengembalian uang tiket yang telah mereka beli, Kamis (31/1), kemarin.

Para penumpang yang menuntut pengembalian tiket digiring di Gedung Serba Guna Angkasa Pura II di Bandara Polonia Medan untuk bisa dimediasi, dihadiri Distric Manajer Batavia Medan Tri Joni serta Kepala Seksi Angkutan Udara dan Pesawat Otorita Bandara Wilayah II Gusli.

Namun ratusan calon penumpang Batavia Air emosi ketika tidak mencapai kesepakatan dengan managemen Batavia Air. Pasalnya, tidak ada solusi pengembalian uang tiket atau mengalihkan penerbangan dengan pesawat lain. Mereka akhirnya mengamuk dan mengeluarkan kata-kata makian kepada Distric Manajer Batavia Medan Tri Joni.

Bahkan, saat Tri hendak keluar dari ruangan karena tidak mampu meredam amarah para calon penumpang Batavia Air, para penumpang yang mengamuk langsung menghalangi langkahnya. Tripun tak dapat berbuat apa-apa.

Sedangkan Kepala Seksi Angkutan Udara dan Pesawat Otorita Bandara Wilayah II Gusli mencoba menenangkan para calon penumpang yang sudah emosi tersebut, namun tidak juga dihiraukan. Sementara, aparat kemanan berjaga-jaga di luar ruangan untuk mengantisipasi situasi.

Emosi calon penumpang Batavia Air kian memuncak ketika pihak Batavia Air tidak memberikan nomor telepon managemen kepada mereka agar bisa dihubungi. “Kita seharusnya dilayani dengan baik, kita hanya minta tiket kita diganti atau dialihkan ke penerbangan lain, tapi tak ada solusi yang diberikan. Kalau memang pihak Batavia bertanggung jawab mohon agar ditandatangani berkas pembelian tiket kami dan diberikan nomor kontak untuk dapat kami tanyakan nantinya,” ujar Anggiat Gurning, calon penumpang yang rencananya berangkat ke Batam dengan Batavia Air.

Namun amarah para calon penumpang Batavia Air akhirnya reda setelah Gusli, mewakili pihak Otoritas Bandara meminta kepada para calon penumpang Batavia tersebut meninggalkan nomor rekening bank masing-masing serta nomor telepon.

“Pihak manajemen Batavia Medan harus bertanggung jawab penuh dalam mengawal proses pengembalian tiket penumpang. Jangan nantinya penumpang yang datang untuk menukarkan tiketnya malah bingung. Sebab penumpang harus diprioritaskan untuk penyelesaian ini. Semoga dengan proses yang baik pihak penumpang juga dapat memaklumi dan memahami kasus yang menimpa Batavia Air,” tegas Gusli.

Tri Jonni, Distrik Manajer Batavia Air Medan mengatakan, pihak Batavia Air  melakukan pendataan terhadap calon penumpang  yang disertai dengan mencantumkan nomor rekening untuk pengembalian uang tiket akan ditransfer melalui nomor rekening.” Kalau uang tiket dikembalikan secara cash, belum bisa sekarang. Kami sebatas mendata dulu,” ujarnya.

Joni menyampaikan, ia hanya berwenang untuk mendata para penumpang dari Medan sampai tanggal 20 Februari 2013 untuk dikirim ke kurator di Jakarta. “Sejauh ini ada 120 calon penumpang yang terdata. Tapi proses pendataan siang ini (kemarin,Red) sudah 90 persen yang melapor ke pihak Batavia. Apalagi Batavia hanya menangani satu penerbangan dari Medan setiap harinya dengan tujuan Batam, jadi paling tidak ini akan diselesaikan secepat mungkin,” ujarnya meyakinkan.

Pantauan Sumut Pos (Grup JPNN), untuk loket penjualan tiket di Bandara Polonia Medan, tampak ada beberapa petugas Bandara, berjaga di dekat loket. Petugas Bandara i memberi tahu kepada calon penumpang yang mendatangi loket, untuk mendatangi kantor Batavia Air di Jalan S Parman, Medan.

“Saya sudah pesan tiket sejak 2 hari lalu untuk tujuan Medan-Jogja dengan harga Rp1.750.000 dan dijadwalkan berangkat besok (hari ini,Red). Saya dapat informasi kalau Batavia Air sudah pailit dan ketika saya datang ke loket, ternyata tidak ada siapa-siapa. Sekarang saya bingung mau meinta pertanggung jawaban siapa,” ungkap Siti Maryam, salah seorang yang sudah membeli tiket Batavia Air.

Keadaan serupa juga terlihat di kantor Batavia Air di Jalan S Parman, Medan. Para penumpang tampak membludak di depan kantor Batavia Air yang sudah terkunci dan seperti tidak berpenghuni. Mereka tampak panik dan berusaha mencari kepastian. Namun, mereka mengaku belum mengetahui jalan keluarnya.

“Sebenarnya saya sudah lama memesan tiket untuk tujuan Medan-Batam dan selanjutnya menuju Lampung. Harga yang saya bayar Rp1,9 juta dan itu sudah lunas. Saat ini saya bingng harus meminta pertanggung jawaban siapa, “ ungkap May Sumarliah yang didampingi salah seorng anak perempuannya.

Mandala Siap Bantu Batavia Air
 

Sementara itu, maskapai Mandala Airlines menyatakan saat ini siap untuk membantu Batavia Air dalam menghadapi kondisi saat ini. Salah satunya dengan mengakomodir para penumpang yang telah memiliki tiket untuk ditampung dengan armada Mandala.

Direktur Komersial Mandala Airlines, Brata Rafly, menyatakan akan mulai melakukan perundingan terkait dengan bantuan yang akan kita berikan. "Ini bukan sebuah perjanjian, hanya sekedar bantuan untuk mengkoordinir para penumpang yang telah membeli tiket," ujarnya saat dihubungi via telepon kemarin (31/1).

Dijelaskannya, saat ini Mandala sedang membahas rencana untuk membantu ini sesuai dengan rute yang mereka miliki. Disadarinya, ini bukanlah hal yang mudah, mengingat armada yang dimiliki Mandala tidak sebanyak yang dimiliki oleh Batavia. "Mandala masih memiliki 7 armada airbus, sedangkan Batavia kalau saya tidak salah sebanyak 23 armada. Jadi, ini memang masih dalam tahap pembahasan," lanjutnya.

Sedangkan untuk rute yang dimiliki, saat ini Mandala memiliki rute Medan-Jakarta, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Padang, Jakarta-Bangkok, Jakarta-Kuala Lumpur, dan akan segera buka Jakarta-Pekan baru. "Jadi, bila rutenya sama, akan kita coba pertahankan," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Association of the Indonesia Tour and Travel Agencies (Asosiasi Agen Tour dan Travel Indonesia) Sumut, Solahuddin menyatakan pailit yang sedang dialami Batavia Air saat ini akan membuat kerugian bagi para penumpang dan para agen Batavia Air.

Karena itu, seharusnya kurator dalam hal ini mulai mempertimbangkan dana yang harus dikembalikan untuk para penumpang maupun para agen. "Dana tiket yang telah dibeli seharusnya dikembalikan, agar pihak penumpang tidak merasa terlalu kecewa. Begitu juga untuk pengembalian dana para agen penjualanan Batavia. Karena mereka kan top up," tambahnya.

Sistem untuk menjadi agen penjualan agen tiket ini, setidaknya harus menyetor dana terlebih dahulu ke pihak maskapai penerbangan dengan nilai tertentu. "Tetapi, saat ini agen penjualanan Batavia sudah mulai mengecil di Medan. Sejak mereka menurunkan frekwensi penerbangan Medan-Jakarta, yang menjadi sekali dalam sehari," tambahnya. (mag-5/mag-10/ram)



BACA ARTIKEL LAINNYA... Ditemukan Puluhan Kasus Penyakit Kusta

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler