Rayakan 50 Tahun Informasi Geospasial Nasional, Esri Indonesia Gelar User Conference

Selasa, 20 Agustus 2019 – 06:35 WIB
Esri Indonesia User Conference (EIUC). Foto: EIUC

jpnn.com, JAKARTA - Persiapan Esri Indonesia User Conference (EIUC) yang akan diselenggarakan di Raffles Hotel, Jakarta, pada 22 Agustus terus digeber.

EIUC diharapkan mampu menarik komunitas geospasial di tanah air untuk turut menyoroti bagaimana analitik geospasial mampu menjadi penggerak Making Indonesia 4.0 di masa kini dan nanti.

BACA JUGA: Esri Indonesia Gandeng Microsoft Luncurkan Geo-AI

Konferensi tersebut akan menghadirkan visioner teknologi terkemuka Jack Dangermond serta presiden dan pendiri perusahaan raksasa pemetaan global Esri.

BACA JUGA: Esri Indonesia Gandeng Microsoft Luncurkan Geo-AI

BACA JUGA: Esri dan Binus Gelar Lomba Geo Hackathon, Tim UI Jadi Juara

EIUC juga dihadiri oleh Direktur Artificial Intelligence Esri Omar Maher, menteri koordinator perekonomian indonesia, kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), dan kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Pada saat yang sama juga dihelat Indonesian Geospatial Technology Exhibition (IGTE) yang digelar oleh BIG pada 21-22 Agustus 2019.

BACA JUGA: Esri Kembangkan Aplikasi Berisi Data Pascagempa

IGTE merupakan pameran teknologi geospasial yang sudah diselenggarakan sejak 2006 oleh Bakosurtanal (sekarang bernama BIG).

Pameran ini menjadi arena untuk memarkan kemajuan teknologi geospasial, industri dan pemanfaatan geospasial untuk pembangunan Indonesia.

Tahun 2019, tema pameran IGTE adalah Geospatial Information for Sustainable Development of Indonesia.

Kepala BIG Hasanuddin Z. Abidin mengatakan, pihanya berdedikasi untuk segera memenuhi ketersediaan informasi geospasial dasar skala besar untuk mendukung pembangunan Indonesia.

“Sebagai pemimpin industri, Esri Indonesia berdedikasi tak hanya mempromosikan penggunaan teknologi geospasial dalam menghadapi tantangan global saja, tetapi juga mengadopsi pola pikir spasial pada masyarakat,” ujar Hasan.

Dia optimistis IGTE dan EIUC akan menjadi platform geospasial yang menarik yang mana para peserta dapat terinspirasi dan tergerak oleh para pemimpin dalam negeri maupun internasional.

CEO Esri Indonesia Ahmad Istamar mengatakan, komunitas geospasial di Indonesia kian berkembang.

Geospasial menjadi jalan hidup bagi banyak orang, mulai mahasiswa, bankir, pembuat kebijakan pemerintahan hingga menteri.

Pihaknya telah bekerja sama dengan banyak organisasi untuk memberdayakan komunitas itu dan menginspirasi mereka guna menguji batasan pemikiran spasialnya.

“Kami pun menyelenggarakan pertemuan komunitas pengguna dalam beberapa acara yang berfokus pada industri minyak dan gas, pertanian, dan yang terbaru EIUC,” katanya. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... ArcGis Permudah FOI Atasi Masalah Kelaparan di Indonesia


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler