Rayakan Hari Pangan Sedunia, Mentan SYL: Pertanian Harus Siap Hadapi Perubahan Iklim

Senin, 25 Oktober 2021 – 17:19 WIB
Foto: Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Dok Humas Kementan)

jpnn.com, CIREBON - Kementerian Pertanian (Kementan) merayakan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-41 di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/10).

Pada peringatan tersebut, Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan tantangan pangan kini kian kompleks akibat dampak perubahan iklim.

BACA JUGA: Mentan SYL Minta Badan Karantina Pertanian Kerja Keras Mengawal Ekspor

Namun, itu tak menyurutkan langkah mereka untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memenuhi pangan bagi lebih dari 273 juta jiwa masyarakat Indonesia.

“Mari jadikan peringatan HPS ke-41 ini momentum bersama untuk merubah strategi pembangunan pertanian dengan menerapkan teknologi dan riset yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim,” kata Mentan SYL.

BACA JUGA: Istri di Rumah, Bripka AF Masih Doyan Janda, Kapolres Bilang Begini

Untuk itu, Mentan mengimbau masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam memperkuat ketahanan pangan.

Kontribusi tersebut tak hanya untuk lingkup daerah ataupun nasional, tetapi juga dunia.

BACA JUGA: Polisi Cegat Mobil Kijang Innova, Setelah Dicek, Negara Rugi Rp 13 Miliar

“Saya mengajak semua pihak untuk lebih agresif dan bersemangat dalam menghadapai tantangan ke depan,” kata dia.

Mentan SYL menuturkan pada masa pandemi Covid-19, pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan. Bahkan tumbuh positif di saat sektor lain mengalami tekanan.

Hal itu membuktikan bahwa upaya yang dilakukan Kementan dalam tiga tahun terakhir ini, telah menunjukkan ketangguhan sektor pertanian.

"Kunci keberhasilan tindak lanjut HPS ini, pertama ialah koordinasi pengawasan yang sistematis yang dikawal dengan disiplin. Kedua, HPS bukan seremonial, bukan proyek tetapi edukasi tentang program terukur, cara, dan tatakelola hulu-hilir pertanian,” beber dia.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama 2020, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang mengembirakan. Pada Triwulan II 2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,24 persen q to q.

Begitu juga pada triwulan III dan IV, PDB Pertanian tumbuh masing-masing 2,15 persen dan 2,59 persen year on year dan mampu menjadi penyelamat memburuknya resesi ekonomi nasional.

Demikian juga memasuki TW II 2021, PDB sektor pertanian masih konsisten tumbuh positif sebesar 12,93 persen (q to q).

Hal yang sama terjadi pada ekspor produk pertanian, menunjukkan kinerja yang menggembirakan.

Selama Januari-Desember 2020 nilai ekspor produk pertanian mencapai Rp 451,8 triliun dan meningkat 15,79 persen dibandingkan periode sama 2019 sebesar Rp 390,2 triliun.

Peningkatan ekspor berlanjut memasuki periode Januari-September 2021, ekspor pertanian mencapai Rp 450 triliun dan tumbuh 45,36 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020, yang nilai ekspornya mencapai Rp 309,58 triliun. (cuy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Buruan Hapus! 3 Aplikasi Berbahaya Ini Curi Data Hingga Mengakses Rekening Bank


Redaktur : Rasyid Ridha
Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler