Razia Besar-Besaran, Satpol PP Garuk 14 PSK Paket Hemat

Rabu, 31 Januari 2018 – 21:13 WIB
Suasana razia Satpol PP Banjarmasin di Sudimampir Raya, Selasa (30/1) dini hari. Foto: dok.JPNN

jpnn.com, BANJARMASIN - Satpol PP Banjarmasin kembali menggelar razia besar-besaran di kawasan Pasar Ujung Murung, Sudimampir Raya, Harum Manis, hingga Pelabuhan Martapura Lama, Selasa (30/1) dini hari.

Hasilnya, tak sampai satu jam, tim berhasil menjaring 14 perempuan berpakaian seksi yang diangkut Satpol PP. Mereka diduga sedang menjajakan diri.

BACA JUGA: Diduga PSK Paket Hemat, Tas Digeledah Ternyata Isinya...

Tentu tak mudah menciduk mereka. Petugas membagi sejumlah regu. Bergerak serentak untuk mengepung dari berbagai sudut pasar. Mengingat kawasan pasar tua itu dipenuhi dengan lorong, gang dan tangga yang gelap.

Ada personil yang bergerak dalam iring-iringan besar dalam mobil patroli dan truk dalmas. Adapula yang bergerak dalam unit-unit kecil dengan sepeda motor trail.

BACA JUGA: Polisi Gerebek Rumah Nenek, Hasilnya Sangat Mengejutkan

Petugas juga harus berlarian. Keluar masuk pasar dengan hanya membawa senter. Terkadang petugas berhasil mencegat buruannya. Tak jarang nihil. Karena para PSK itu mampu berlari lebih kencang dan lihai untuk bersembunyi.

Mereka sering dijuluki PSK pahe, singkatan dari paket hemat. Karena rata-rata umur perempuan ini tak lagi bisa disebut muda. Penampilannya juga tak kinclong-kinclong amat. Tarif mereka terbilang murah meriah. Cukup menyediakan beberapa puluh ribu rupiah, sudah bisa menyewa servis mereka.

BACA JUGA: Heboh Mahasiswi UIN Mual dan Muntah-Muntah di Asrama

Pemandangan menyedihkan tampak di lantai dua Pasar Bawang, dekat Harum Manis. ML, 17 tahun, dicegat petugas selagi beristirahat di lorong pasar.

Lorong itu lengkap dengan bantal, guling dan kasur. Dilindungi terpal seadanya untuk menahan angin malam.

Perempuan kurus itu berambut pirang. Mukanya putih dan pucat, akibat bedak yang terlampau tebal. Mengenakan kaus oblong warna hitam ketat dan celana jeans robek. Ketika hendak dibawa, bicaranya ngelantur. Petugas menemukan sekaleng lem dari tempat tidurnya.

"Yang, sayang. Panggilkan mama," kata ML berkali-kali pada seorang lelaki yang masih berusia remaja. Ibunya, SJ, yang tinggal di lorong belakang pasar pun ikut diangkut Satpol PP.

Keterangan ML sesudah diamankan ke Rumah Singgah Dinas Sosial Banjarmasin di Jalan Gubernur Subarjo, terdengar tak konsisten. Pertama, dia mengaku umurnya sudah 18 tahun. Dirinya tampak berupaya menuakan umur sebenarnya.

Kedua, dia menyebut lelaki yang dipanggil mesra itu sebagai kakak kandung. "Itu kakak, bukan siapa-siapa," ujarnya.

ML juga membantah dengan sengit bahwa dia sedang menjajakan diri di Harum Manis. "Punya usaha warung kopi, tapi tidak dibuka karena sepi pembeli," imbuhnya.

ML mengaku sudah tinggal di pasar sejak lahir. Meski begitu, dia pernah mengecap bangku sekolah. "Sampai kelas II SMP putus," ujarnya.

Kepala Satpol PP Banjarmasin, Hermansyah mengakui efek kejut dari razia besar-besaran ini takkan lama.

"Ini penyakit masyarakat yang sulit diobati," ujarnya.(fud/at/nur)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jadi Terlapor di Polisi, Kasatpol PP DKI Merasa Digembosi


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler