Reaksi Kiai Cholil soal Ucapan Jenderal Dudung Jangan Terlalu Dalam Mempelajari Agama

Senin, 06 Desember 2021 – 15:54 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. ANTARA/HO-Dispenad

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis menyampaikan kelakar menyusul pernyataan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang berbicara tentang "jangan terlalu dalam mempelajari agama".

Kiai Cholil, sapaan Muhammad Cholil Nafis, mengajak Jenderal Dudung berganti profesi sebagai penceramah.

BACA JUGA: Penjelasan Brigjen Tatang soal Ucapan Jenderal Dudung Jangan Terlalu Dalam Mempelajari Agama

"Kalau bahasa canda saya, kalau mau ganti profesi sebagai penceramah, kami di MUI sedang melakukan standardisasi dai," kata eks Anggota Dewan Syariah Nasional MUI itu melalui layanan pesan, Senin (6/12).

Kiai Cholil mengaku bertanya-tanya mengenai pernyataan Jenderal Dudung yang disampaikan di salah satu masjid itu.

BACA JUGA: Lihat Nih Gaya Jenderal Dudung Saat Menunggangi Motor Listrik Ini, Gagah

Terlebih lagi, Jenderal Dudung berbicara bukan soal isu kemiliteran yang menjadi keahlian eks Pangkostrad itu.

"Agama bukan tupoksinya, bukan wilayahnya (Jenderal Dudung, red)," beber alumnus UIN Jakarta itu.

BACA JUGA: Detik-Detik Penangkapan Siskaeee, Diikuti Polwan, Lalu Diadang Polisi Gondrong, Lihat Penampilannya

KSAD Jenderal Dudung sebelumnya memberikan ceramah subuh di salah satu masjid dan pada akhirnya menuai sorotan publik.

Pasalnya, eks Pangkostrad itu menyarankan agar "jangan terlalu dalam mempelajari agama". 

Dudung saat berceramah juga menyinggung ada beberapa tingkatan orang beriman antara lain iman taklid (hanya mengikuti), iman ilmu, iman iyaan, dan iman haq

"Banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, katanya hadis itu, kata Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama," kata Jenderal Dudung. (ast/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Soetomo
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler