Real Madrid vs San Lorenzo: Mengejar Sejarah

Sabtu, 20 Desember 2014 – 19:20 WIB
Striker Real Madrid, Cristiano Ronaldo

MARRAKECH - Siapa yang bisa menghentikan Real Madrid? Pertanyaan itu mengemuka seiring dengan moncernya performa Real musim ini. Betapa tidak, tim raksasa Spanyol mencatat 21 kemenangan beruntun di semua ajang yang diikuti. Real berkuasa di puncak klasemen sementara Liga Primera, lolos ke babak 16 besar Liga Champions, dan kini melenggang ke final Piala Dunia Antarklub.
    
Di atas kertas, Real tidak akan kesulitan menaklukkan San Lorenzo pada partai puncak di La Grande Stade, Marrrakech, Maroko, dini hari nanti. Los Blancos " julukan Real " unggul segalanya. Mereka lolos ke final setelah menang mudah 4-0 atas juara CONCACAF Cruz Azul (Meksiko) dengan skor telak 4-0.
    
Sebaliknya, San Lorenzo harus bersusah payah untuk menggapai final. Jawara Copa Libertadores itu dipaksa bermain 120 menit untuk menghentikan perlawanan juara Oceania Auckland City dengan skor 2-1. Padahal, secara teknis San Lorenzo unggul atas lawannya itu. Bisa jadi faktor mental yang membuat wakil Argentina itu tidak bermain maksimal.
    
Nah, kalau masalah itu tidak bisa diatasi, bukan tidak mungkin San Lorenzo bakal menjadi bulan-bulanan Real. Ingat, Cristiano Ronaldo dkk sedang panas. Mereka mencetak total 79 gol di semua ajang musim ini. Itu berarti rata-rata 3,76 gol per pertandingan. Tidak ada tim lain di dunia saat ini yang menyamai rekor tersebut.
    
"Tahun ini benar-benar luar biasa. Kami memenangkan banyak trofi. Kami ingin memenangi trofi ini sehingga menutup tahun dengan istimewa," kata penyerang Real Karim Benzema kepada situs resmi FIFA.
      
 Pemain Prancis itu mencetak satu di antara empat gol Real ke gawang Cruz Azul pada semifinal tiga hari lalu. Pelatih Carlo Ancelotti sangat mungkin mempertahankan formasi. Benzema bakal menjadi tukang gedor utama Real dengan sokongan Gareth Bale dan Ronaldo. Hanya Ronaldo yang tidak mencetak gol saat melawan Cruz Azul. Meski begitu, pemain asal Portugal itu tetap menjadi ancaman utama bagi San Lorenzo.
    
"Para pemain sangat fokus dan siap memberikan semua kemampuan mereka," tutur Ancelotti. "Sekarang kami tinggal selangkah lagi untuk meraih gelar. Kami seratus persen siap. Tim saya pantas mendapatkan trofi ini," kata pelatih berdarah Italia itu.
    
Jika gelar saja tidak cukup, Ancelotti bakal tercatat dalam tinta emas sejarah Real. Dia berpeluang menjadi pelatih pertama dalam sejarah Real yang mempersembahkan empat gelar dalam satu musim. Sebelumnya, Los Merengues " julukan lain Real " telah mengamankan gelar Copa del Rey, Liga Champions, dan Piala Super Eropa.
    
Tidak hanya itu, Ancelotti juga punya kans mengukir rekor hebat lain. Yakni, menjadi pelatih Real pertama yang meraih 70 kemenangan tercepat. Saat ini Real di bawah besutan tangan dingin Ancelotti telah memenangkan 69 di antara 87 pertandingan di semua kompetisi.
    
Lantas, bagaimana peluang San Lorenzo? Meski catatan rekornya tidak segemerlap Real, San Lorenzo tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka punya "senjata" lain untuk meredam Real. Ya, laksana tim asal Argentina lainnya, para penggawa San Lorenzo memiliki semangat bertanding yang luar biasa. Mereka mengisung spirit pantang menyerah alias never say die ala Argentina.
    
Hal tersebut ditunjukkan tim besutan pelatih Edgardo Bauza itu kala menghadapi Auckland City di semifinal. Mereka harus bertarung hingga babak perpanjangan waktu.
    
"Kami tidak takut menghadapi Real Madrid. Mereka memang salah satu tim terbaik di dunia, tapi kami akan berusaha melakukan yang terbaik," kata Martin Cauterruccio, gelandang San Lorenzo, kepada situs resmi FIFA.
    
Faktor kebugaran bisa mengancam soliditas San Lorenzo. Para penggawa Real punya waktu istirahat lebib lama daripada San Lorenzo yang baru menyelesaikan partai semifinal dua hari lalu. Kalau Real menang mudah atas Cruz Azul, San Lorenzo dipaksa melakoni babak perpanjangan waktu.
    
"Kami harus bermain sangat rapat di belakang. Setelah itu, melihat ruang untuk melakukan serangan balik. Kami bermimpi mengakhiri turnaman ini dengan sebuah perayaan," kata Cauteruccio.
    
San Lorenzo tidak sendiri. Mereka mewakili Argentina yang belum sekalipun menjadi jawara Piala Dunia Antarklub. Dalam dua kesempatan sebelumnya, Boca Juniors dan Estudiantes gagal menjadi yang terbaik. Boca gagal pada edisi 2007, sedangkan Estudiantes mengalami nasib serupa pada musim 2009. Jadi, ini adalah kesempatan emas bagi San Lorenzo untuk mengukir sejarah sebagai tim Argentina pertama yang meraih trofi Piala Dunia Antarklub.
    
Sambutan meriah disiapkan fans San Lorenzo jika tim kesayangannya juara. Lebih dari 10 ribu pendukung El Ciclon " julukan San Lorenzo " menyiapkan perayaan besar-besaran untuk menyambut kemenangan timnya.
    
Antusiasme fans terhadap partai final begitu besar. Panitia lokal menegaskan bahwa seluruh tiket untuk laga pemungkas sudah sold out alias ludes. La Grande Stade Marrakech yang berkapasitas 45.240 penonton dipastikan penuh. Tidak hanya oleh pendukung Real dan San Lorenzo, tapi juga penikmat bola Maroko sebagai tuan rumah. (ca)

BACA JUGA: Tomas Berdych Ingin Ikuti Jejak Murray

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia Masih Minim Pelatih Berlisensi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler