Realisasi Subsidi Gaji Guru Honorer Masih Rendah

Senin, 23 November 2020 – 12:27 WIB
Realisasi program subsidi gaji guru honorer masih rendah. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Data terbaru dari Kementerian Keuangan menunjukkan, realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp408,61 triliun atau 58,7 persen dari pagu anggaran sebesar Rp695,2 triliun hingga 18 November 2020.

Beberapa program yang realisasinya masih rendah atau di bawah 35 persen yakni subsidi gaji guru honorer.

BACA JUGA: Beri Bantuan Subsidi Upah bagi Guru Honorer, Mendikbud Diapresiasi Komisi X DPR

“Perlindungan sosial yang paling tinggi karena memang program ini sudah ada sebelumnya walaupun ada beberapa penambahan,” kata Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara BKF (Badan Kebijakan Fiskal) Kemenkeu, Ubaidi Socheh Hamidi dalam webinar Indef di Jakarta, Senin.

Ubaidi memerinci alokasi anggaran untuk kesehatan, serapannya sudah mencapai Rp37,81 triliun atau 38,4 persen dari pagu anggaran hasil realokasi mencapai Rp97,26 triliun, perlindungan sosial mencapai Rp193,07 triliun atau 82,4 persen dari pagu Rp234,33 triliun.
Kemudian, alokasi untuk sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sudah terserap Rp35,33 triliun atau 53,6 persen dari pagu Rp65,97 triliun, dukungan UMKM sudah terserap sebesar Rp96,61 triliun atau 84,1 persen dari pagu Rp114,81 triliun.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Guru Honorer K2 yang Lulus PPPK Merasa Terhibur oleh BSU Rp 1,8 Juta

Insentif dunia usaha tercapai Rp44,29 triliun atau 36,7 persen dari pagu Rp120,6 triliun dan pembiayaan korporasi baru mencapai Rp2 triliun atau 3,2 persen dari pagu Rp62,2 triliun.

Ubaidi menjelaskan sejak dikucurkan sekitar Juni atau semester I-2020, kemajuan penyerapan alokasi anggaran PEN itu mencapai 31,9 persen secara bulanan.

BACA JUGA: FPI Minta Baliho Habib Rizieq Dipasang Lagi, Mayjen Dudung Abdurachman: Mereka Siapa?

Beberapa program untuk mendukung sisi permintaan, lanjut dia, sudah terserap hampir 100 persen di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan beras dan kartu prakerja dalam kelompok perlindungan sosial.

Sementara itu, beberapa program dukungan dari sisi suplai mulai tersalur pada November 2020 seperti subsidi bantuan gaji termin kedua.

Beberapa program yang realisasinya masih rendah atau di bawah 35 persen yakni subsidi gaji guru honorer yang baru mencapai Rp0,54 triliun dari pagu Rp2,94 triliun atau baru 18 persen kepada sasaran 300 ribu orang.

Selain itu, subsidi kuota program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan baru mencapai Rp1,88 triliun atau 34 persen dari pagu Rp5,5 triliun dengan sasaran total mencapai 48,6 juta penerima.

“Mudah-mudahan sampai akhir tahun sudah terdisburse secara maksimal,” katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler