Rebut Pasar Duty Free Jepang, Philip Morris Indonesia Ekspor Rokok Premium

Jumat, 22 Maret 2019 – 13:45 WIB
Pelepasan ekspor perdana PT Philip Morris Indonesia (PMID) ke Duty Free Jepang di kawasan pabrik PMID, Karawang, Jawa Barat, Kamis (21/3). Foto: PMID

jpnn.com, JAKARTA - PT Philip Morris Indonesia (PMID) melakukan ekspor perdana sembilan juta batang rokok premium dengan jenama Marlboro dan L&M ke Jepang.

Hal itu dilakukan setelah PMID berhasil merebut pasar ekspor duty free dari tangan PT Philip Morris Serbia.

BACA JUGA: Indonesia Rundingkan Kebutuhan Pekerja Asing di Jepang  

Direktur Utama PMID Ahmad Mashuri mengaku sangat lega pihaknya bisa mengambil pasar duty free di Jepang.

Dia menambahkan, pihaknya tidak mendapatkan kepercayaan itu dengan mudah karena kualifikasi rokok sangat ketat.

BACA JUGA: Wussshh...Ekspor Rokok dan Cerutu Mengepul Capai USD 931,6 Juta

“Selain itu, selera berbeda dengan negara Asia lainnya. Namun, kami berhasil meyakinkan mereka atas produk rokok kami," kata Ahmad, Kamis (21/3).

BACA JUGA: Harus Ada Evaluasi soal Rokok Kretek Merek Asing Berbanderol Murah

Direktur Utama PT Philip Morris Indonesia (PMID) Ahmad Mashuri (kiri), Direktur Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Elvira Lianita (keempat kiri), Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Ditjen Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto (ketiga kiri), Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Abdul Rochim (kelima kiri), dan Kepala Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Jawa Barat Saipullah Nasution (kedua kiri) bersama-sama melakukan prosesi gunting pita pelepasan ekspor perdana PMID ke Duty Free Jepang, di kawasan pabrik PMID, Karawang, Jawa Barat, Kamis (21/3). Foto: PMID

Menurut Ahmad, keberhasilan PMID menembus ekspor duty free Jepang merupakan catatan yang membanggakan.

Dia menjelaskan, perlu kerja keras dan proses cukup panjamg hingga PMID mampu menghasilkan produk tembakau yang memuaskan selera perokok dewasa di Jepang.

"Ini (ekspor perdana) juga memacu kami untuk meningkatkan kualitas produk agar sesuai dengan standar global," imbuh Ahmad.

PMID juga melakukan ekspor ke Korea Selatan yang sudah mencapai 60 juta batang.

"Untuk Korea ini merupakan ekspor yang keempat kalinya kami lakukan," tutur Ahmad.

Direktur Industri Minuman Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Menprerin) Abdul Rochim mengatakan, pihaknya terus mendorong industri rokok untuk melakukan ekspor ke banyak negara.

Menurut dia, produksi rokok di Indonesia setiap tahun mengalami penurunan. Pada 2017, produksi rokok mencapai 345 miliar batang per tahun. Pada 2018, produksi mencapai 320 miliar batang.

"Meski demikian, pendapatan dari rokok meningkat. Pada 2017 pendapatan dari rokok mencapai Rp 147 triliun dan 2018 mengalami kenaikan menjadi Rp 153 triliun," kata Abdul. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rokok Kretek Asing Berbanderol Murah Bisa Ancam Industri Domestik


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler