Red Bull Racing Makin Dekat dengan Gelar Juara Dunia F1 2022

Selasa, 31 Mei 2022 – 08:16 WIB
Dua pembalap Red Bull Racing di podium F1 Monako. Foto: red bull racing

jpnn.com, JAKARTA - Gelar juara dunia kategori pembalap dan konstruktor F1 2022 diharapkan bisa dipertahankan Red Bull Racing.

Hal itu setelah kemenangan beruntun dua pembalapnya, Sergio Perez dan Max Verstappen dalam beberapa seri.

BACA JUGA: Verstappen dan Perez Diharapkan Bisa Kembali Kuasai Podium di F1 Monaco

Terakhir, keduanya kembali mendominasi podium pada seri F1 Monako, akhir pekan kemarin.

Sergio Perez menaiki podium tertinggi disusul pembalap Scuderia Ferrari Charles Leclerc yang finis kedua, sedangkan juara bertahan Max Verstappen finis posisi ketiga.

BACA JUGA: Setelah Dicek, Mobil Toyota Rush di Lampu Merah Sontak Bikin Heboh

"Melanjutkan podium ganda kali ini tentulah tidak mudah. Apalagi balapan terguyur hujan. Selamat atas kemenangan Perez dan kebesaran hati Vestappen yang bisa tetap fokus mempertahankan dan makin unggul dalam titel juara dunia," kata Direktur Pengembangan Pasar PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI) Sri Adinegara dalam siaran resmi, Selasa.

Dengan kembali menaiki podium, Max Verstappen kokoh di puncak klasemen dengan 125 poin.

BACA JUGA: Menegangkan! Bocah SD Melawan Penjambret, Baju Penuh Darah

Disusul Charles Leclerc dengan 116 poin dan posisi tiga Sergio Perez dengan 110 poin.

Di kategori konstruktor, Red Bull mengumpulkan 195 poin, sedangkan Ferrari 169 poin.

GP Monako menjadi milik Sergio Perez yang merupakan hasil manis dari strategi tim, apalagi balapan sempat diguyur hujan sehingga mempengaruhi kemampuan pembalap.

“Merupakan impian yang menjadi kenyataan bagi semua pembalap di dunia bisa mengamankan podium di F1 Monako, hal ini membuat saya begitu senang,” kata Perez.

Pembalap yang akrab dipanggil Checo itu menyebut mobil RB18 sangat kencang sepanjang pekan latihan.

Kemenangan perdana Checo pada musim 2022 diapresiasi juara dunia Formula 1 2021 yang juga rekan satu timnya, Max Verstappen.

Dia menilai balapan Monako sulit dan membutuhkan strategi yang tepat.

“Sebagai tim, kami melakukan tugas luar biasa, bisa menerapkan strategi tepat. Tentu saja finis posisi tiga tidaklah ideal, tetapi memang sulitnya mempertajam catatan waktu di kualifikasi membuat saya harus menerimanya,” pungkas Vestappen. (rdo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejadian Dialami Ibu Muda Ini Harus Menjadi Pelajaran Bagi Seluruh Masyarakat


Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler