Rektor ITS Surabaya Positif Covid-19, Dosen Dilarang Keluar Kota

Sabtu, 26 Desember 2020 – 18:21 WIB
Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur. Foto: Antara Jatim/HO-Humas ITS/WI

jpnn.com, SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS Surabaya melarang dosen dan tenaga pendidiknya keluar kota setelah Rektor ITS Prof Mochamad Ashari dinyatakan positif COVID-19.

Selain untuk kedinasan, larangan tersebut juga buat kepentingan pribadi.

BACA JUGA: Rektor Positif Covid-19, Kampus ITS Surabaya Ditutup 17 Hari

Kepala Unit Komunikasi Publik (UKP) ITS, Anggra Ayu Rucitra menyatakan dosen dan tenaga pendidik diharapkan tetap di rumah dan melaksanakan work from Home (WFH) pada hari kerja.

"Jika diketahui ada pelanggaran maka dapat dijatuhkan sanksi disiplin pegawai sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," katanya di Surabaya, Sabtu (26/12).

BACA JUGA: Keren, ITS Rakit Robot Pengganti Tenaga Medis di Ruang Isolasi Pasien Corona

Aturan ini, kata dia, diterapkan selain karena terpaparnya Rektor ITS juga akibat makin meningkatnya penularan COVID-19 di masyarakat.

ITS juga secara resmi menerapkan larangan masuk kampus dan menghentikan segala aktivitas di lingkungan kampus.

BACA JUGA: Satgas COVID-19 Minta Pejabat Publik Jadi Teladan Protokol Kesehatan

"Pembatasan tersebut mencakup seluruh fasilitas akademik dan umum di lingkungan kampus yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan pimpinan pada 24 Desember 2020 dan akan berlangsung selama 17 hari, terhitung mulai 25 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021," katanya.

Larangan ini, lanjut dia, berlaku bagi seluruh dosen, tenaga pendidik, mahasiswa, mitra, dan masyarakat umum.

"Kecuali tenaga kesehatan, Satuan Keamanan Kampus (SKK), Satgas COVID-19, tenaga sarana prasarana yang sedang bertugas, dan warga di komplek Perumahan ITS juga masih diizinkan," katanya.

Dalam waktu dekat Biro Sarana Prasarana ITS bersama Satgas COVID-19 ITS akan segera melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan ke seluruh kawasan kampus.

"Keluarga besar ITS diharapkan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan keluarga, menghindari pertemuan atau berkerumun yang berpotensi terjadinya penularan COVID-19," katanya. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler