Rektor Unhas: Menteri Amran Alumnus yang Membanggakan

Minggu, 09 September 2018 – 14:20 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menghadiri Dies Natalis Ke-62 Unhas. Foto: Kementan

jpnn.com, MAKASSAR - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Dwia Aries Tina Pulubuhu menilai Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merupakan alumnus yang sukses dan patut dibanggakan.

“Terima kasih banyak atas kehadiran Pak Mentan. Kami bangga sudah banyak alumni Unhas yang berhasil,” kata Dwia pada acara family gathering dan jalan santai dalam rangka Dies Natalis Ke-62 Unhas.

BACA JUGA: Petani NTB Berhasil Tingkatkan Hasil Panen di Musim Kemarau

Acara itu dihadiri Amran, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Unhas. Amran tiba di lokasi pukul 06:15 Wita.

BACA JUGA: Hemat 77 Persen, Rahasia Teknologi Benih TSS Bawang Merah

Nurdin juga menilai Amran merupakan bintang dari timur di kancah nasional dan fighter dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengutamakan kepentingan petani.

“Berkah dari Unhas, ada Pak JK, bintang timur Pak Mentan, dirjen-dirjen dan lain-lain. Kalau Nurdin berhasil, nama baik Unhas yang baik tapi juga sebaliknya. Untuk itu silaturahmi dan kerja sama untuk saling dijaga,” ucap Nurdin.

BACA JUGA: Pasokan Melimpah dan Stok Penuh, Operasi Pasar Tidak Perlu

“Tidak ada Menteri yang fighter seperti Pak Amran. Kami bangga dengan beliau. Tugas kita mari dukung program-program beliau,” tambah Nurdin.

Sementara itu, Amran menuturkan, tugasnya sebagai menteri pertanian sudah berjalan empat tahun.

Selama kurun waktu ini, banyak capaian yang diraih, baik di kancah nasional maupun internasional.

“Pertama, kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan produk domestik bruto pada triwulan II 2018 dibandingkan triwulan I 2018 sebesar 9,93 persen (q to q). Kontribusi ini tertinggi dibanding sektor lainnya seperti jasa perusahaan dan sektor lainya,” tutur Amran.

Kedua, lanjut Amran, dari data BPS, total ekspor pertanian di 2017 mencapai Rp 441 triliun atau naik 24,47 persen dibandingkan 2016 yang hanya Rp 355 triliun.

Tak hanya itu, program Kementan pun berhasil menurunkan angka kemiskinan. Pada Maret 2018, persentase penduduk miskin di Indonesia turun 0,30 persen atau  sebanyak 630 ribu orang menjadi 9,82 persen (25,95 juta orang), yang awalnya sebesar 10,12 persen (26,58 juta orang) pada September 2017.

“The Economist Intelligence Unit (EIU) merilis riset tentang ketahanan pangan setiap negara di dunia dalam Global Food Sustainability Index. Dalam riset tersebut, Indonesia tercatat menduduki posisi 21 dari 133 negara yang diteliti. Peringkat ini sekaligus membawa Indonesia naik 50 peringkat dari posisi tahun lalu, yakni 71. Dibanding negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia merupakan yang tertinggi,” imbuh Amran.

“Dalam indikator sustainable agriculture, Indonesia mendapat skor 53,87 dan berada pada peringkat 16,” kata Amran.

Ketiga, melakukan revolusi. Misalnya, menggulung mafia pangan yang kini mencapai 700 pelaku usaha masuk penjara.

“Karena itu, Unhas tidak sekadar kampus, tapi rumah saya. Dulu tidur di pondokan di belakang kampus. Makan Indomie, KKN diberi Rp 150 ribu dan sewa pondokan Rp 100 ribu. Karena kondisi inilah, yang beri saya  semangat kerja selama menjadi menteri,” ujar Amran.

Amran menekankan mimpinya ke depan mampu mengembalikan kejayaan rempah dan buah-buahan Indonesia. Karena itu, dia meminta Unhas memanfaatkan lahan kosong dengan menanam buah-buahan dan rempah.

“Bu Rektor, jika masih ada lahan, kami siapkan tanaman pohon mangga, durian. Tolong selesaikan smpai akhir Desember. Pak Gubernur dulu tanam pohon jadi gubernur. Begitu pun saya tanam dan tinggal di pondokan, jadi menteri,” ujar Amran.

“Kami beri bibit unggul, kami harap lahan yang kosong bisa ditanami menjadi agrowisata. Di sana nanti menjadi tempat belajar para mahasiswa, mangga unggul, duren unggul dan sebagainya,” sambung Amran. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mentan: Jadilah Pengusaha di Sektor Pangan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler