Rel Ganda Dongkrak Pantura

Kamis, 26 Januari 2012 – 07:27 WIB

JAKARTA - Dari total jalur ganda Jakarta- Surabaya sepanjang 714 kilometer (km), sepanjang 250 km di antaranya sudah beroperasi. Fokus pekerjaan pembangunan berikutnya adalah jalur Cirebon -Tegal 63 km, Pekalongan -Semarang 90 km, Semarang Bojonegoro 183 km dan Bojonegoro-Surabaya 103 km.
     
"Ada sepotong jalur yang sudah dibangun sejak 2011 dan akan mulai beroperasi pada Juni 2012. Jalur sepanjang 28 kilometer itu terletak di Tegal-Pekalongan. Ini adalah titik lokasi kecelakaan tahun lalu yang terjadi di dekat stasiun Petarukan," ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Soesantono yang baru saja melakukan peninjauan di lapangan pada 18-21 Januari 2012 yang lalu.
     
Bambang mengatakan, setelah jalur ganda ini dioperasikan, pihaknya optimistis akan bisa menumbuhkan perekonomian di jalur utara Pulau Jawa. Dengan adanya jalur ganda tersebut diperkirakan akan bermunculan industri-industri yang strategis. "Selain itu tentunya Pemerintah Daerah yang dilintasi juga akan menjadikan jalur ganda ini sebagai nilai jual dalam menarik investasi," tuturnya.
     
Jalur ganda ini melintasi beberapa kabupaten maupun kotamadya seperti Surabaya, Lamongan, Bojonegoro, Blora, Grobogan, Demak, dan Semarang. Bisa saja di sekitar lintasan ini akan tumbuh kawasan-kawasan industri baru yang memanfaatkan jalur ganda ini sebagai alat transportasinya. "Saya optimis dalam 5-7 tahun ke depan akan tumbuh industri-industri yang mendistribusikan hasil produknya dengan kereta api," sebutnya.
     
Potensi wisata juga akan tergali dan berkembang. Selama ini masyarakat Jakarta pengguna jasa kereta api lebih sering menggunakan jalur selatan yang sudah lebih dulu memiliki jalur ganda. Ke depan, jika jalur ganda selesai, PT Kereta Api akan menambah frekuensi perjalanan dengan kereta api yang saat ini sedang di pesan di PT INKA. "Banyak wisata di wilayah Utara Jawa yang dapat dinikmati," tandasnya.

Dengan adanya jalur ganda ini, lanjut Bambang, akan merubah mainset produsen dan industri di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat dalam pengiriman barang hasil produksinya ke wilayah Indonesia Timur melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. "Dari dryport di kawasan industri Cikarang dan sekitarnya tentu akan lebih cepat jika menggunakan sarana transportasi kereta api," tambahnya.(wir/kim)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertamina Diminta Tingkatkan Persentase BBN


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler