Rencana Kenaikan Harga BBM Bikin Rupiah Hari Ini Ambyar

Senin, 22 Agustus 2022 – 20:57 WIB
Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah 53 point dilevel Rp 14.891. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah 53 point dilevel Rp 14.891.

Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi makin mencuat.

BACA JUGA: Harga BBM Pertalite Naik, Angka Kemiskinan Ambyar!

Pasalnya, tingginya harga minyak dunia telah mendorong meningkatnya gap harga keekonomian dan harga jual Pertalite hingga Solar sehingga berdampak pada kenaikan subsidi BBM dan kompensasi energi di APBN 2022. 

Sebelumnya, DPR RI telah sepakat untuk menambah anggaran subsidi BBM dan kompensasi energi sebesar Rp 502 triliun sesuai usulan pemerintah.

BACA JUGA: Luhut Binsar Siapkan Skenario Kenaikan BBM Bersubsidi, Siap-Siap!

"Namun, penyaluran BBM bersubsidi tidak tepat sasaran sehingga gelontoran subsidi tidak optimal. Badan Anggaran (Banggar) kemudian menyarankan agar Jokowi untuk menaikkan harga BBM dua kali tahun ini," ujar Ibrahim, Senin (22/8).

Lebih lanjut, harga BBM bisa terjaga di tengah tingginya harga komoditas global maka pemerintah akan memperhatikan sejumlah indikator untuk mengukur kecukupan anggaran subsidi energi untuk menjaga stabilitas harga.

BACA JUGA: Kenaikan Harga BBM Sedang Digodok, Bakal Jadi Berapa?

"Jika harga Pertalite dinaikkan maka inflasi kemungkinan akan melesat. Saat inflasi semakin meninggi nilai tukar mata uang semakin tergerus, rupiah akan tertekan," ungkap Ibrahim

Selain itu, Bank Indonesia (BI) yang akan mengumumkan kebijakan moneter Selasa besok juga akan mempengaruhi pergerakan rupiah.

Di sisi lain, USD naik ke posisi tertinggi karena pembuat kebijakan Federal Reserve mempertahankan sikap hawkish atas kebijakan moneter menjelang simposium kunci Jackson Hole bank sentral akhir pekan ini.

Bank sentral AS juga telah menaikkan suku bunga sebesar 225 basis poin sejak Maret.

Selain itu, raksasa energi Rusia Gazprom mengumumkan penghentian tiga hari untuk pasokan gas Eropa melalui pipa Nord Stream 1 pada akhir bulan ini, kemungkinan memperburuk krisis energi di kawasan itu.

Bank Sentral Eropa diperkirakan akan menaikkan suku bunga lagi pada September mendatang setelah mengejutkan pasar dengan kenaikan 50 basis poin bulan lalu.

Bank of England diperkirakan akan melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dengan kenaikan suku bunga 50 basis poin pada September.

Selanjutnya, untuk perdagangan besok mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatuf dan ditutup melemah di rentang Rp 14.870 - Rp 14.950. (mcr28/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler