Harga BBM Pertalite Naik, Angka Kemiskinan Ambyar!

Senin, 22 Agustus 2022 – 16:55 WIB
Peneliti INDEF Nailul Huda mengatakan banyak masyarakat yang terdampak jika harga BBM Pertalite naik. Ilustrasi SPBU: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda mengatakan akan ada banyak masyarakat yang terdampak jika pemerintah menaikan harga BBM subsidi.

Menurutnya, pemerintah diminta tidak menaikkan harga BBM Pertalite karena keduanya paling banyak dikonsumsi masyarakat.

BACA JUGA: Jika Hal Ini Dilakukan, PKS Yakin Harga BBM Indonesia Aman dari Gejolak

"Jika dilepas ke pasar dengan harga tinggi banyak masyarakat yang tadinya belum miskin, akan menjadi miskin. Untuk itu, pemerintah harus menjaga daya beli dan menahan inflasi," ujar Nailul, Senin (22/8).

Nailul menjelaskan di Malaysia menerapkan kebijakan subsidi yang sama. Namun, bedanya di negara tersebut terdapat kebijakan yang tidak diterapkan di Indonesia seperti relaksasi.

BACA JUGA: Luhut Binsar Siapkan Skenario Kenaikan BBM Bersubsidi, Siap-Siap!

"Di Indonesia malah menaikkan PPN dari 10 menjadi 11 persen, sangat tergantung political will dari pemerintah," ungkap Nailul.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tengah menyusun skema penyesuaian harga BBM.

BACA JUGA: Hal Ini Bisa Terjadi Jika Harga BBM Pertalite Naik, Ngeri!

Sebab, harga minyak mentah dunia mendorong meningkatnya gap harga keekonomian dan harga jual Pertalite dan Solar yang berdampak pada kenaikan subsidi dan kompensasi energi.

Menurutnya, hingga saat ini, APBN menanggung subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp 502 triliun. Tanpa ada penyesuaian kebijakan, angka ini bisa meningkat hingga lebih dari Rp 550 triliun pada akhir tahun.(mcr28/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler