Republik Tawarkan Solusi Shutdown

Sabtu, 12 Oktober 2013 – 13:10 WIB

jpnn.com - WASHINGTON – Roda pemerintahan Amerika Serikat (AS), tampaknya, akan bergerak kembali. Pada Kamis waktu setempat (10/10) Partai Republik menawarkan solusi yang berpotensi mengakhiri shutdown. Tawaran itu muncul setelah popularitas Grand Old Party (GOP) di mata masyarakat anjlok.

 

Setelah sempat bersikukuh pada pendiriannya untuk tidak mengegolkan anggaran negara yang menyertakan Obamacare, undang-undang asuransi kesehatan gagasan Presiden Barack Obama, sikap Republik akhirnya mulai melunak.

BACA JUGA: OPCW Raih Nobel Perdamaian

Pada Kamis lalu mereka menawarkan perpanjangan waktu pengajuan utang. Dengan demikian, pemerintah tidak kehilangan kemampuan untuk membayar utang pada 17 Oktober nanti.

BACA JUGA: Melukis Lewat Mata ala Seniman Argentina

Menurut kabar, Republik menawarkan perpanjangan waktu selama enam pekan. Pemerintah berharap, pada masa itu, Republik dan Obama akan bersepakat terkait dengan shutdown yang sudah berlangsung selama lebih dari satu pekan.

Kemarin (11/10) pasar mereaksi tawaran Republik tersebut dengan positif. Bukan hanya bursa saham Wall Street, tetapi Asia dan Australia juga menyambut positif.

BACA JUGA: RS Terbakar, 10 Tewas

Gedung Putih menjelaskan, beberapa petinggi Republik menyampaikan tawaran mereka kepada Obama. Konon kedua belah pihak sempat berdialog serius sekitar 90 menit. ’’Ini pertemuan yang sangat penting. Kami melakukan banyak pembicaraan yang konstruktif,’’ ujar Eric Cantor, wakil politisi Republik dari House of Representatives (DPR).

Republik berharap tawaran perpanjangan waktu itu bisa menjadi pembuka dialog dengan Obama soal anggaran. Namun, Gedung Putih menegaskan bahwa pemimpin 52 tahun tersebut tetap tidak akan mengubah kebijakan.

’’Presiden mau berdiskusi tentang anggaran jangka panjang saja. Dialog itu hanya akan terjadi setelah para pegawai negeri sipil kembali bekerja,’’ ungkap Gedung Putih.

Sementara itu, sikap ngotot Ketua DPR AS John Boehner berbuntut tidak sedap bagi Republik. Reputasi politik GOP tercoreng oleh sikap Boehner yang dianggap lebih mementingkan partainya ketimbang masyarakat luas.

Hasil survei NBC News/Wall Street Journal menunjukkan bahwa 53 persen responden menyalahkan Republik atas shutdown. Namun, hanya sekitar 31 persen yang menyalahkan Obama. (AP/AFP/hep/c14/tia)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pekerjakan Pelajar, Foxconn Langar Aturan Tiongkok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler