Respons Keras Hasto PDIP untuk Penganiaya Ninoy Karundeng

Rabu, 09 Oktober 2019 – 07:47 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah, Jakarta Selatan, Selasa (8/10). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengutuk para penculik dan penyekap pegiat media sosial Ninoy Karundeng. Sejauh ini, polisi sudah menetapkan 12 tersangka termasuk Sekjen PA 212 Bernardus Doni alias Bernard Abdul Jabbar yang terlibat persekusi terhadap relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) itu.

"Kami mengutuk mereka-mereka yang telah melakukan penganiayaan secara tidak bertanggung jawab tersebut. Tradisi kekerasan harus dihilangkan dalam demokrasi dan negara hukum kita," kata Hasto Kristiyanto di sela-sela silaturahminya dengan santri Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan, Selasa (8/10).

BACA JUGA: Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng, Sekjen PA 212 Ditahan

Menurut Hasto, budaya Indonesia sangat antikekerasan. Selain itu, sistem demokrasi tidak boleh dijalankan dengan provokasi dan tindak kekerasan.

"Karena kami memahami nilai-nilai kemanusiaan itu harus diwujudkan. Karena itulah kami memperkuat Polri, memperkuat keamanan dibantu oleh seluruh elemen bangsa. Demikian pula TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa," jelas Hasto.

BACA JUGA: Mengerikan, Ini Detik-detik Penculikan Ninoy Karundeng

Hasto juga memberi perhatian khusus terhadap perlindungan Ninoy. Sejauh ini, katanya, PDIP terus melakukan komunikasi secara intens dengan sejumlah pihak termasuk Ninoy.

“Pada saat yang bersangkutan (Ninoy, red) belum ditemukan, kami juga melakukan koordinasi yang intensif dengan aparat keamanan, termasuk jajaran partai untuk memberikan perhatian," jelas dia.(tan/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler