Respons KH Ma'ruf soal Rencana BPN Prabowo Pindah ke Jateng

Senin, 10 Desember 2018 – 17:01 WIB
KH Ma'ruf Amin (berpeci) saat menerima Erick S Thohir di Jakarta, Senin (10/12). Foto: TKN Jokowi - Ma'ruf

jpnn.com, JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma'ruf Amin mengaku tak khawatir dengan rencana pemindahan markas Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga S Uno (BPN Prabowo - Sandi) dari Jakarta ke Jawa Tengah. Cawapres pendamping Joko Widodo (Jokowi) itu meyakini pemindahan BPN Prabowo - Sandi tak akan menggerus suaranya di Jateng yang dikenal sebagai kandang banteng dan basis Nahdatul Ulama (NU).

"Kalau Jawa Tengah justru suara Pak Jokowi sudah sejak 2014 pendukungnya besar sekali. Apalagi sekarang kan tambah NU-nya, tambah Golkarnya. Saya pikir, PDIP itu kekuatan utamanya di Jateng," kata Ma'ruf di rumahnya, Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Senin (10/12).

BACA JUGA: Kiai Maruf Amin Sudah Siapkan Strategi Jitu Garap Jabar

Mantan rais aam syuriah NU itu pun meyakini pemindahan BPN Prabowo - Sandi ke Jateng tak akan mengubah dominasi kader PDIP dan nahdiyin di provinsi yang beribu kota di Semarang itu. Apalagi, katanya, suara PPP dan PKB di Jateng juga punya banyak pendukung di Jateng.

"Mungkin mereka (BPN Prabowo - Sandi, red) berharap ingin mengubah (suara pemilih di Jateng, red). Saya kira enggak semudah itu mengubah pilihan," jelas Ma'ruf.

BACA JUGA: Kiai Maruf Bakal All Out Berkampanye Mulai Januari

Ma’ruf mengatakan, persaingan di Pilkada Jateng 2018 antara Ganjar Pranowo - Taj Yasin melawan Sudirman Said - Ida Fauziah memang sengit. Namun, kata Ma’ruf, suara Sudirman besar karena terkerek pendukung Ida yang diusung PKB.

"Kemarin itu suara Sudirman Said besar, itu kan karena ada Ida Fauziah. Ida Fauziah itu kan didukung PKB," kata Ma'ruf. (tan/jpnn)

BACA JUGA: Erick Thohir Sebut Tindakan PAN Kalsel Luar Biasa

BACA ARTIKEL LAINNYA... Erick Thohir Isyaratkan Kejutan di Kampanye Kiai Maruf


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler