Respons MUI soal Cewek Pakai Rok Mini Berselawat Nabi

Kamis, 13 September 2018 – 09:56 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis mengomentari dari Yogyakarta Miftah Habiburrahman alias Gus Miftah yang berdakwah dan berselawat di kelab malam. Menurutnya, ketika berselawat hendaknya memperhatikan adab dan etika.

"Allah mengkhususkan selawat itu dengan mencantumkan dirinya juga berselawat kepada Rasulullah. Dan saat Allah berselawat itu juga mencantumkan tata cara sopan menyebutnya. Ya Nabi Allah, tidak disebut namanya langsung Muhammad, tidak," kata Kiai Cholil kepada JPNN tadi malam.

BACA JUGA: Waketum MUI: Dakwah di Kelab Malam Lebih Mulia

Kiai Cholil menambahkan, selawat merupakan sesuatu yang baik dan bernilai ibadah. Berselawat tanpa mengerti artinya pun memperoleh pahala.

Oleh karena itu yang jadi persoalan adalah ketika pihak yang berselawat tidak memenuhi kaidah beribadah. Misalnya, mengenakan rok mini atau pakaian seksi lainya.

BACA JUGA: MUI: Tidak Etis Berselawat tanpa Menutup Aurat

"Jadi memang ini tidak sampai murtad dan keluar dari Islam, tapi berselawat dalam kondisi yang tidak sopan secara ibadah tidak menutup aurat, di tempat yang tidak layak itu mengurangi etika dan sopan santun berselawat kepada Rasulullah," terangnya.

Menurut Kiai Kholil, berdakwah di bar ataupun kelab malam dan tempat-tempat hiburan harus disertai dengan cara-cara yang baik. Sopan santun dalam beribadah tetap harus dikedepankan.

BACA JUGA: Salon Plus-plus Pernah Jadi Tempat Dakwah Gus Miftah

"Saya memahami bahwa itu adalah hak dakwah. Tapi membaca selawat yang dianggap sebagai ritual dalam kondisi tidak sopan di tempat tidak baik tentunya secara etika kurang baik," pungkasnya.(esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Konon, Gus Miftah Juga Digandrungi Emak-emak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler