Respons Sultan Tentang Permasalahan Irigasi Batu Balai

Senin, 22 Februari 2021 – 23:54 WIB
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin di Bengkulu Selatan, Senin (22/02/2021) melakukan peninjauan langsung terkait permasalahan irigasi Batu Balai. Foto: Humas DPD RI

jpnn.com, BENGKULU - Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin di Bengkulu Selatan, Senin (22/02/2021) melakukan peninjauan langsung terkait permasalahan irigasi Batu Balai.

“Tujuan saya hadir ke sini karena mendengar banyak keluhan di masyarakat tentang permasalahan Debit air yang sangat berkurang. Dan itu berdampak kepada keberlangsungan persawahan di sepanjang irigasi yang tersebar di beberapa kecamatan di mana kehidupan masyarakat sangat bergantung dari sektor pertanian,” ujar Sultan.

BACA JUGA: IRT Ditahan Bersama Balitanya, Sultan Wakil Ketua DPD RI Bereaksi, Simak Kalimatnya

Dalam kunjungan ke Kecamatan Air Nipis dan Seginim ini, senator asal daerah Provinsi Bengkulu tersebut juga didampingi langsung oleh Camat Seginim, Mardalena beserta beberapa staf, Pengamat Pengairan Daerah Irigasi Kecamatan Air Nipis-Seginim, Kodim 0408 BSK, Koramil 408-05 Manna Bengkulu Selatan, Tokoh Masyarakat Dodoh ZuLkan beserta beberapa penduduk desa di sekitar bendungan Batu Balai.

Di lokasi kunjungan, Wakil Ketua DPD RI mendengarkan keluhan serta harapan masyarakat agar DPD RI dapat mendorong pemerintah pusat khususnya Kementerian PUPR dapat membantu persoalan bendungan yang berdiri sejak tahun 1980-an tersebut.

BACA JUGA: Simak, Reaksi Sultan Tentang Kabar Reshuffle Kabinet Jilid II

Bahkan mantan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu ini menyempatkan diri untuk terjun langsung ke sungai melihat langsung akar masalah yang ada dengan menuruni anak tangga di bendungan dalam ketinggian 7 Meter.

"Tadi ibu camat, pengamat pengairan serta wakil tokoh masyarakat sudah menyampaikan kepada saya untuk dapat berkoordinasi ke kementerian terkait mengenai keinginan pemerintah daerah bersama masyarakat untuk dapat melebarkan saluran air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) agar volume air yang dialirkan ke irigasi bisa kembali ditingkatkan. Dan setelah ini saya akan segera berkirim surat kepada kementerian PUPR, Pertanian dan kementerian lainnya agar permasalahan di sini dapat dibantu oleh pemerintah pusat,” tegasnya.

BACA JUGA: Kementan Dukung Pertanian Cicalengka dengan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Seperti apa yang disampaikan sebelumnya, ada kurang lebih empat ribu hektare luas sawah yang bergantung pada aliran irigasi sepanjang kurang lebih 5 km ini. Dan Sultan B Najamudin menganggap bahwa masalah ini sangat krusial dan berjanji segera meng-agendakan pertemuan pemerintah ditingkat Kabupaten dengan pemerintah pusat (kementerian) dalam upaya menemukan solusi terbaik.

Dan dalam kesempatan ini, senator muda tersebut menyinggung langkah jangka panjang yang harus menjadi perhatian mengenai perihal kesinambungan ekosistem kita, khususnya kewajiban seluruh elemen masyarakat, Pemerintah, serta penegak hukum agar menjaga kelestarian hutan.

"Hilangnya luas vegetasi hutan yang efektif dapat menurunkan evapotranspirasi, kelembaban tanah, infiltrasi, dan memperbesar limpasan permukaan. Akibat hal itu mempengaruhi kondisi hidrologi di suatu DAS sehingga menimbulkan pengaruh kepada karakteristik fluktuasi debit aliran sungai yang besar. Jadi ayo jaga alam kita demi kehidupan masyarakat saat ini serta masa depan anak cucu kita nanti,” tutupnya.(jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler