Reuni Akbar 212 Disarankan Digelar Daring, Bisa Memakai Zoom

Senin, 15 November 2021 – 19:54 WIB
Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (1/12). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDIP Kapitra Ampera menyebut Reuni Akbar 212 seharusnya tidak perlu dilaksanakan secara tatap muka.

Pasalnya, bangsa Indonesia masih berada pada situasi pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Seperti Firasat, Vanessa Angel Beri Bayaran Lebih

"Saya menyarankan tidak perlu diadakan," kata alumnus Universitas Muhammadiyah Jakarta itu saat dihubungi, Senin (15/11).

Menurut Kapitra, ada cara lain menyelenggarakan Reuni Akbar 212 dalam kondisi aman dari penularan Covid-19.

BACA JUGA: Reuni Akbar 212 Mau Bubarkan PDIP? Prof Hendrawan: Salah Minum Obat

Misalnya, melaksanakan kegiatan melalui daring, sehingga mengurangi kerumunan yang menjadi sumber penularan virus SARS-Cov-2.

"Kalau diadakan, via zoom saja. Jadi, mengenang memori mereka, bisa pakai via zoom," tutur Ketua Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia itu.

BACA JUGA: Nelayan Binaan Pupuk Kaltim Ikuti Sertifikasi Menyelam

Dia mengatakan pelaksanaan Reuni Akbar 212 melalui zoom bisa menunjukkan seluruh elemen bangsa mau bersama-sama menekan penularan Covid-19.

"Ini darurat. Kita tidak ada pilihan. Pilihannya adalah berpartisipasi demi menuntaskan pandemi," beber Kapitra.

Dirinya menyadari bahwa angka penularan Covid-19 sudah menurun. Namun, bukan berarti kelompok masyarakat tertentu mudah menggelar acara yang menghadirkan kerumunan.

"Angka menurun. Cuma belum habis. Belum final," tutur dia.

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengatakan pihaknya berencana menggelar reuni akbar 212 pada 2 Desember 2021.

Menurut Novel, lokasi reuni tahun ini masih sama seperti reuni sebelumnya, yakni di Monas, Jakarta Pusat.

"Insyaallah tetap jadi reuni akbar 212 dan untuk tempat seperti biasanya di Monas," kata Novel Bamukmin, Selasa (9/11).

Novel Bamukmin belum bisa menjelaskan secara terperinci soal reuni akbar 212. Pihaknya masih mematangkan mekanisme kegiatan.

"Semuanya saat ini masih berproses dan hari ini kami masih rapat untuk menggodok persiapannya," jelasnya.

Aksi 212 merupakan gerakan yang dimulai sejak 2016 oleh GNPF Ulama.

Gerakan tersebut lahir ketika heboh kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.(ast/jpnn)


Redaktur : Yessy
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler