Rezim Erdogan Mengeklaim Berhak Serbu Wilayah Suriah dan Irak

Rabu, 04 Oktober 2023 – 23:40 WIB
Tentara Turki. Foto: ANP

jpnn.com, ANKARA - Rezim Recep Tayyip Erdogan mengeklaim bahwa semua bangunan milik milisi PPG/YPG di dalam wilayah Irak dan Suriah adalah target sah bagi Angkatan Bersenjata Turki.

Klaim sepihak itu disampaikan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan terkait serangan bom yang mengguncang Ankara akhir pekan lalu.

BACA JUGA: Rezim Erdogan Minta Indonesia Memusuhi Kelompok Muslim Ini

Pemerintah Turki menuduh milisi Kurdi berada di belakang aksi teror tersebut. 

Menurut Fidan, intelijen Turki menemukan bukti kuat bahwa para pelaku berasal dari Suriah.

BACA JUGA: Erdogan Mewisuda 3 Anggota Polri Lulusan Akpol Turki, Briptu Tiara Sangat Membanggakan

“Semua fasilitas infrastruktur-superstruktur dan fasilitas energi milik PKK/YPG di Irak dan Suriah adalah target sah pasukan keamanan, angkatan bersenjata, dan elemen intelijen kami mulai sekarang," kata dia dalam konferensi pers di Ankara, Rabu (4/10).

PKK dan YPG/PKK diketahui menggunakan bagian utara Irak dan Suriah yang berdekatan dengan perbatasan Turki, sebagai tempat persembunyian.

BACA JUGA: Bertemu Tokoh Yahudi, Erdogan Sampaikan Rencananya Kunjungi Israel

Fidan juga memperingatkan pihak ketiga – tanpa menyebut nama – untuk menjauhi fasilitas PKK/YPG.

“Tanggapan angkatan bersenjata kami terhadap serangan teroris ini akan sangat jelas. Mereka sekali lagi akan menyesal melakukan tindakan seperti itu,” tambahnya.

Pada Minggu (1/10), seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di depan Direktorat Jenderal Keamanan di ibu kota Turki, Ankara, sementara seorang teroris lainnya berhasil dilumpuhkan oleh pasukan keamanan di gerbang masuk gedung tersebut.

Dua petugas polisi mengalami luka ringan dalam serangan itu.

Kementerian Dalam Negeri Turki telah mengkonfirmasi adanya keterkaitan antara para pelaku serangan bom itu dan kelompok teroris PKK. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler