RI Raih Penghargaan Aksara dari Unesco

Senin, 27 Agustus 2012 – 22:07 WIB
JAKARTA--Menjelang puncak acara Hari Aksara Internasional 15 September 2012 mendatang di Kalimantan Tengah, Indonesia meraih penghargaan Aksara King Sejong dari Unesco.

Penyerahan penghargaan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Paris pada 6 September 2012 di sela acara pertemuan high official meeting yang mengusung tema Reaching the 2015 Literacy Target : Delivering on the Promise.

"Penghargaan ini diterima Indonesia atas keberhasilan Indonesia dalam percepatan peningkatan keaksaraan. Unesco meminta kepada Indonesia untuk menyajikan rencana aksi dan mampu menunjukkan menjadi negara bebas tuna aksara pada tahun 2015," ungkap Direktur Pendidikan Masyarakat Ditjen PAUDNI, Kemdikbud, Ella Yulaelawati di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Senin (27/8).

Ella yang akan mewakili pemerintah Indonesia dalam menerima penghargaan tersebut menjelaskan, tim juri internasional terkesan dengan program peningkatan kualitas keaksaraan di Indonesia.

"Karena program ini dikaitkan dengan kewirausahaan, budaya baca, dan pembinaan tutor yang secara intensif dilakukan di seluruh Indonesia dan dibiayai melalui APBN, APBD, swasta dan masyarakat," papar Ella.

Mengingat luasnya keragaman sasaran, lanjut Ella, program ini berupaya menciptakan dan memberikan layanan keaksaraan orang dewasa. Selain itu, termasuk keaksaraan dasar dan digitak, kewirausahaan, hingga pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

"Dalam hal ini , pemerintah tentunya akan menggunakan langkah-langkah terpadu. Misalnya, keaksaraan fungsional berbasis bahasa ibu, integrasi kecakapan hidup keaksaraan dasar, pengarustamaan gender di bidang pendidikan di tingkat propinsi, kabupaten/kota," ujarnya.

Untuk diketahui, selain negara  Indonesia, penghargaan Aksara King Sejong ini juga akan diberikan kepada Gereja Pentecostal di Rwanda. Selain itu, Unesco juga memberikan penghargaan Confusius kepada Departemen Pendidikan Orang Dewasa dan Pendidikan Tinggi di Bhutan, dan Fundacion Transformemos di Colombia. (Cha/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kampus PTN Rp 50 M di Kampung SBY

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler