RIB dan Forum OKP Kompak Minta Jokowi Pilih Sipil jadi Kepala BIN

Sabtu, 12 Oktober 2019 – 09:27 WIB
Perwakilan organ relawan Jokowi yang tergabung dalam Relawan Indonesia Bersatu (RIB) bersama gabungan organisasi kepemudaan tingkat nasional. Foto: Dok. Humas RIB

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 71 organ relawan Jokowi yang tergabung dalam Relawan Indonesia Bersatu (RIB) bersama gabungan 73 organisasi kepemudaan tingkat nasional yaitu Forum OKP Nasional meminta Presiden Joko Widodo agar memilih sipil sebagai kepala Badan Intelijen Negara. Hal ini untuk mengembalikan kepemimpinan di Badan Inteligen Negara (BIN) ke sipil seperti di era Bung Karno.

“Selama Orde Baru hingga kini BIN selalu dipimpin TNI atau Polri, dan faktanya banyak terjadi kekacauan dan masalah di masyarakat, misalnya rasialisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan kekacauan di Wamena, Papua, yang memakan 32 korban. Terbaru penusukan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Semua ini terjadi akibat lemahnya intelijen kita,” kata Koordinator Nasional RIB Lismandi Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

BACA JUGA: Wiranto Ditusuk, Suhendra: Ini Sudah Lampu Merah Bagi Intelijen

Koordinator Forum OKP Nasional yang juga Ketua Umum Koalisi Organisasi Pemuda Indonesia untuk Jokowi Aja (KOPI JOKJA) AY Panjaitan juga meminta agar kepemimpinan BIN ke depan bisa dipercayakan kepada sipil.

Menurut Panjaitan, profesionalisme di bidang intelijen itu bukan cuma dimiliki TNI dan Polri. Kepala BIN bukan cuma harus memahami tugas dan fungsi intelijen semata, lebih jauh harus memiliki leadership (kepemimpinan) dan skill management (keahlian manajemen) yang baik dan mumpuni, khususnya dalam upaya mengikutsertakan peran masyarakat dalam upaya pencegahan instabilitas nasional, apalagi BIN bukanlah perangkat struktural TNI atau Polri.

BACA JUGA: Analisis Pengamat Intelijen terhadap Situasi Jelang Pelantikan Presiden

Di era demokrasi ini, menurut Panjaitan, peran serta masyarakat sipil dalam intelijen harus diperkuat. “Yang memiliki kedekatan dengan sipil ya orang sipil. Makanya kalau Pak Jokowi ingin negeri ini aman, damai dan kondusif, BIN harus dipegang oleh tokoh sipil yang memahami intelijen serta memiliki skill management dan leadership yang baik agar intelijen dapat sinergis dengan kekuatan rakyat, dan pendekatannya pun lewat keikutsertaan rakyat. Kalau ini dilakukan Pak Jokowi, insyaallah lima tahun ke depan Indonesia akan aman dan kondusif," jelas Panjaitan yang juga Ketua Umum Pemuda Mitra Kamtibmas ini.

Rencananya, RIB dan Forum OKP akan melakukan aksi damai di Istana Merdeka umtuk menyampaikan rekomendasinya terkait BIN yang harus dipimpin sipil pada Kamis (17/10/2019) mendatang.

Hal senanda disampaikan Bernard D Namang, Ketum Generasi Muda Penerus Perjuangan Kemerdekaan (GMPPK). “Ini era demokrasi, sehingga untuk ikut serta menjaga stabilitas keamanan negara, rakyat sipil harus berperan serta agar semua rakyat menjadi 'mata' dan 'telinga' negara. Makanya Kepala BIN harus dari sipil, karena sipil yang lebih memahami dinamika masyarakat," ujarnya.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler