Ribuan Guru PNS Desa Antre Mutasi Masuk Kota

Kamis, 01 Desember 2011 – 05:25 WIB

JAKARTA -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menemukan ribuan guru PNS desa yang antre minta dimutasi ke ibu kota kabupaten, kota, atau provinsiJuru Bicara Kemendagri Rey Donnizar Moenek saat dihubungi menuturkan, guru-guru di desa ini tidak betah mengajar di pelosok dengan infrastruktur terbatas.

Pejabat yang akrab disapa Donni itu mengatakan, banyak sekali alasan lain bagi guru-guru desa itu untuk minta dipindah ke ibu kota provinsi atau kabupaten dan kota

BACA JUGA: SBY Kritik Guru Lulus Sertifikasi

Diantaranya adalah, jaringan informasi seperti telepon dan internet yang belum tersambung, listrik yang byar pet, dan yang paling krusial adalah urusan kesejahteraan
"Rata-rata laporan mutasi guru dari desa ke kota ini ada di pulau-pulau di luar Jawa," tandasnya.

Donni mencontohkan, ada kisah seorang guru di pedalaman Kalimantan yang butuh waktu dua minggu perjalanan untuk mengurusi gaji atau administrasi kenaikan pangkat

BACA JUGA: PGRI Diminta Tingkatkan Kualitas Guru

"Kalau seperti itu, kapan waktu mengajarnya," ucap Donni
Serbuan guru desa yang meminta dimutasi ke kota ini bisa mengacaukan rencana pemerintah untuk menata dan meratakan sebaran guru di penjuru Indonesia.

Sayangnya, menurut Donni pihaknya tidak memiliki kuasa untuk menyetop gelombang permintaan eksodus guru desa ke kota tadi

BACA JUGA: Soal Dana Bos, Wali Kota Sorong Ingatkan Kepsek

Dia menjelaskan, eksekutor permohonan mutasi diterima atau tidak berada di tangan bupati, walikota, atau gubernurKemendagri hanya menjadi pihak yang mendapatkan tembusan saja.

Meski tidak memiliki taring, Donni mengatakan Kemendagri tidak lelah untuk mengingatkan supaya para gubernur dan walikota serta bupati untuk menjaga keseimbangan guruJika semua permintaan mutasi guru dari desa ke kota dituruti, maka guru PNS di pelosok kosong

Satu-satunya cara untuk mengatai gelombang eksodus ini, menurut Kemendagri adalah pemerintah pusat benar-benar memperhatikan nasib guru di desa atau pelosok negeriMulai dari memperbaiki layanan infrastruktur dasar seperti jalan, sarana transportasi, komunikasi, listrik, hingga kesehatanSelain itu juga memperhatikan kesejahteraan guru dengan memberikan tunjangan tertentu sebagai kompensasi mengajar di pedalaman(fal/wan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mendikbud Khawatir Ada Penumpang Gelap di Kisruh UI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler