Ribuan Siswa Belum Terima Ijazah

Dispendik Tunggu Workshop Penulisan

Minggu, 03 Agustus 2014 – 12:22 WIB
TANDA KELULUSAN: Kasi SMA Dispendik Kabupaten Probolinggo menunjukkan ijazah SMP dan SMA/SMK yang telah diterima dispendik. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo/JPNN.com)

jpnn.com - PROBOLINGGO – Dua bulan sudah pengumuman kelulusan siswa SD, SMP, dan SMA/SMK berlangsung. Para siswa yang beralih jenjang pun sudah berganti seragam. Namun ternyata, masih ada ribuan siswa yang belum mengantongi ijazah. Gara-garanya, dinas pendidikan menunggu workshop penulisan.

Kadispendik Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Tutug Edi Utomo mengakui, persoalan ijazah untuk siswa yang lulus tahun ini belum tuntas. Padahal, pihaknya sudah menerima ribuan blangko ijazah untuk siswa tingkat SMP/SMA/SMK. Tapi, dia belum bisa membagikannya kepada para kepala sekolah. Sebab, masih harus dilakukan workshop tentang teknis penulisan pada blangko ijazah itu.

BACA JUGA: Program Beasiswa Presiden RI Kembali Dibuka

’’Jumlah blangko ijazah yang telah kami terima untuk siswa lulusan SMP/SMA/SMK sesuai dengan siswa yang masuk DNT (daftar nominasi tetap). Nanti blangko ijazah siswa yang tidak lulus itu akan dikembalikan lagi ke provinsi,’’ katanya Sabtu (2/8).

Bila blangko ijazah untuk lulusan SMP dan SMA/SMK sudah diterima, berbeda halnya dengan blangko ijazah siswa lulusan SD. Tutug menuturkan, blangko ijazah SD tersebut diperkirakan dikirim pada pertengahan bulan ini.

BACA JUGA: Kuota Sertifikasi Guru Tahun Ini 2.638 Orang

Nah, baru setelah seluruh blangko ijazah itu datang, pihaknya akan segera mengumpulkan para kepala sekolah untuk memberikan pelatihan teknis penulisan pada ijazah. ’’Penulisan nama dan identitas lainnya di ijazah harus hati-hati dan jangan sampai keliru. Sebab, provinsi menyediakan blangko ijazah tersebut terbatas atau tidak menyediakan cadangan. Dengan demikian, sulit untuk bisa mendapatkan tambahan bila ada yang keliru maupun rusak,’’ jelasnya.

Demi menghindari kesalahan tulis, kata Tutug, blangko ijazah itu lebih dulu dikonsep menggunakan pensil. Misalnya penulisan nama siswa dan alamat sekolah. Setelah semua benar, baru ditulis dengan tinta permanen. ’’Kami akan terus berkoordinasi dengan provinsi soal ijazah siswa yang lulus tahun ini,’’ janjinya.

BACA JUGA: Demi Kurikulum 2013, Kemendikbud Buka Klinik Guru

Dia beralasan, belum diterimanya ijazah itu tidak memengaruhi kegiatan belajar-mengajar. Sebab, siswa bisa melanjutkan sekolah dengan surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN). (rud/JPNN/c22/any)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tidak Boleh Ada Guru Kurang Jam Belajar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler