Ribuan Umat Katolik di Perbatasan Timor Leste Mengikuti Perayaan Misa Malam Natal

Senin, 25 Desember 2023 – 05:40 WIB
Wakapolda Nusa Tenggara Timur Brigjen Polisi Awi Setiyono melihat secara langsung kondisi keamanan malam Natal di sejumlah gereja di Kota Kupang, Minggu (24/12) malam. Foto: ANTARA/HO-Humas Polda NTT

jpnn.com, ATAMBUA - Ribuan umat Katolik di Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur mengikuti perayaan misa Malam Natal yang berlangsung di Gereja Katedral Santa Mari Imakulata Atambua, Minggu (24/12) malam.

Misa malam Natal di Kabupaten Belu yang berbatasan dengan wilayah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) itu dipimpin Uskup Atambua Mgr Dominikus Saku serta dihadiri para imam dan suster serta umat Katolik setempat.

BACA JUGA: Katedral Jakarta Gelar Tiga Sesi Misa Malam Natal untuk 5.000 Jemaat

Mgr Dominikus Saku dalam khotbah mengatakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus diwartakan malaikat sebagai peristiwa sukacita yang besar untuk seluruh bangsa karena hari ini telah lahir jurus selamat yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud.

Semua umat di semua kota di seluruh dunia, kata Uskup Mgr Dominikus Saku merayakan malam Natal diliputi sukacita kegembiraan yang besar karena Kristus Tuhan sungguh lahir untuk umat manusia

BACA JUGA: Pantau Misa Malam Natal, Ahok Minta Didoakan

"Allah telah memenuhi janjinya untuk menyelamatkan umat manusia dengan mengutus putranya Yesus Kristus menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah kita,” kata Uskup Dominikus Saku.

Menurut Uskup Dominikus, sumber kegembiraan kita memiliki petunjuk yang jelas bahwa akan menjumpai seorang anak laki-laki yang dibungkus dengan lampin dibaringkan dalam palungan.

BACA JUGA: Polisi Amankan Gereja Sejak Misa Malam Natal

"Patung Yesus yang ditempatkan di kandang Natal adalah patung Yesus yang tidak disertai lampin. Tuhan Yesus memberikan kepolosan diri dalam totalitas supaya kita (Umat Kristiani, red) mengalami Allah beserta kita,” kata Mgr Dominikus Saku.

Oleh karena itu, Uskup Dominikus mengatakan sangatlah pantas kita bersukacita karena Allah dalam putranya Yesus Kristus sungguh membawa damai sejahtera untuk dunia.

Dia mengatakan perjuangan yang dilakukan umat Katolik setiap hari adalah menjadi umat yang selalu berkenan kepada Tuhan melalui cara berpikir, tutur kata, cara kerja, sikap, tata laku agar makin berkenan kepada Tuhan sehingga memperoleh kedamaian.

"Tuhan kita Yesus Kristus lahir di dalam suasana gelap karena pada waktu itu bangsanya masih berada di bawah penjajahan, seringkali tanpa sadar kita yang sudah ditebus Tuhan masih terus-menerus hidup dalam penjajahan dosa maupun penjajah perbuatan buruk," kata Uskup Dominikus Saku.

Perayaan misa malam Natal yang berlangsung di Gereja Katedral Santa Mari Imakulata Atambua diikuti umat Katolik di Kota Atambua itu berlangsung dengan aman dan lancar.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler